Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Naik jelang Pemilu 2024, Apa Alasannya?

Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Naik jelang Pemilu 2024, Apa Alasannya?

Ekonomi | inews | Minggu, 11 Februari 2024 - 18:44
share

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan menjelang hari pencoblosan pemilihan umum (pemilu) 2024. Kenaikan konsumsi ini lantaran adanya pergerakan masa.

Misalnya, konsumsi BBM di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan naik 4 persen untuk gasoline. Sedangkan, permintaan produk gasoil naik 3 persen.

"Perantau yang akan kembali ke kampung halaman untuk menggunakan hak pilihnya diprediksi akan memberikan kontribusi kenaikan konsumsi BBM 4 persen untuk produk gasoline dan 3 persen untuk produk gasoil dari rata rata konsumsi harian normal," ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional, Minggu (11/2/2024).

Dia mencatat, rata-rata harian konsumsi normal di wilayah Jawa Tengah dan DIY adalah 12.789 Kiloliter/hari untuk BBM gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) dan 19.455 Kiloliter/hari untuk BBM gasoil (Biosolar dan Dex Series).

Brasto juga menjelaskan Pertamina terus memastikan dan melakukan monitoring secara rutin agar pasokan serta distribusi BBM dan LPG dalam kondisi aman dan tercukupi.

Berapa jumlah kenaikannya? Simak di halaman selanjutnya>>>

Hari Libur saat Pemilu, tentunya akan memberikan peningkatan konsumsi LPG dengan estimasi naik 1,1 persen kenaikan konsumsi LPG di wilayah Jateng dan DIY dari 4.667 metric ton/hari naik menjadi 4.718 metric ton/hari," tuturnya.

Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Karena itu perseroan juga melakukan antisipasi dengan menyiagakan build up stock selama masa tersebut.

Pertamina Patra Niaga telah membentuk Satuan Tugas atau Satgas Pengendalian dan Pemantauan Kelancaran Penyaluran BBM dan LPG masa pemilu 2024 yang dimulai sejak 5-18 Februari 2024.

Berdasarkan update 10 Februari 2024, ketahanan stok BBM dan LPG dapat disampaikan aman. Di terminal atau depot Jawa Tengah dan DIY, produk gasoline memiliki ketahanan stock di atas 20 hari, produk gasoil di atas 6 hari, dan LPG di atas 5 hari.

Ketahanan stok tersebut masih belum termasuk ketahanan stok di kapal, kilang, dan pipa sehingga apabila dijumlah tentunya jauh di atas angka ketahanan stok di terminal atau depot. Kondisi stok saat ini akan dijalankan atau disuplai secara berkesinambungan.

"Konsumen tidak perlu khawatir, Pertamina selalu senantiasa memastikan distribusi energi berjalan dengan lancar dan aman. Tetap gunakan BBM yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi kendaraannya," ucap dia.

Topik Menarik