Harga Kakao Sentuh Rekor Tertinggi Imbas El Nino

Harga Kakao Sentuh Rekor Tertinggi Imbas El Nino

Ekonomi | inews | Sabtu, 10 Februari 2024 - 08:06
share

JAKARTA, iNews.id - Harga kakao global menyentuh rekor tertinggi baru imbas El Nino yang merugikan tanaman di Afrika Barat. Harga kakao di pasar komoditas New York mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa yaitu 5.874 dolar AS per ton pada hari Kamis.

Mengutip BBC, melonjaknya harga kakao telah menyebar ke konsumen dan menekan produsen cokelat besar. Harga bahan utama pembuatan cokelat kini meningkat dua kali lipat sejak awal tahun lalu.

Pada hari Kamis, salah satu produsen cokelat terbesar di dunia, Hershey, memperingatkan bahwa harga kakao yang bersejarah diperkirakan akan membatasi pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun ini.

CEO Hershey Michele Buck menuturkan, harga kakao yang melesat ini tidak menutup kemungkinan produsen akan memasang harga yang lebih tinggi untuk pelanggan.

“Kami tidak bisa membicarakan mengenai penetapan harga di masa depan. Mengingat kondisi harga kakao, kami akan menggunakan semua alat yang kami miliki, termasuk penetapan harga, sebagai cara untuk mengelola bisnis," ujar Buck dalam keterangannya dikutip, Sabtu (10/2/2024).

Komentar tersebut muncul ketika Hershey mengumumkan laporan keuangannya selama tiga bulan hingga 31 Desember 2023. Angka-angka tersebut menunjukkan penjualan turun sebesar 6,6 persen karena konsumen yang terimbas inflasi mengurangi pengeluaran untuk produk gula-gula.

Bulan lalu, Mondelez, perusahaan di balik merek Cadbury, mengidentifikasi kenaikan harga bahan baku cokelat sebagai salah satu tantangan yang dihadapinya di tahun depan. Chief Financial Officer Modelez, Luca Zaramella mengatakan bahwa perusahaannya mengalami peningkatan signifikan pada kakao dan gula. 

Meskipun inflasi keseluruhan untuk makanan dan minuman di supermarket Inggris menurun pada bulan November menjadi 8,3 persen, kenaikan harga cokelat jauh lebih tinggi yaitu sebesar 15,3 persen. Harga kakao telah terdongkrak oleh buruknya panen di Afrika Barat, yang menghasilkan sebagian besar pasokan global.

Fenomena El Nino telah menyebabkan cuaca lebih kering di Ghana dan Pantai Gading, yang merupakan dua produsen biji kakao terbesar di dunia. 

Suhu yang lebih panas dan perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim juga dapat berdampak pada hasil panen.

“Pedagang khawatir akan pendeknya tahun produksi lagi dan perasaan ini diperparah oleh El Nino yang mengancam tanaman Afrika Barat dengan cuaca panas dan kering,” ucap Analis Price Futures Group, Jack Scoville. 

Topik Menarik