Anggaran Kemendag Turun Nyaris Rp 500 Miliar DPR Besarkan Hati Zulhas

Anggaran Kemendag Turun Nyaris Rp 500 Miliar DPR Besarkan Hati Zulhas

Ekonomi | BuddyKu | Selasa, 5 September 2023 - 07:33
share

Anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengalami penurunan signifikan untuk tahun 2024. Turun dari Rp 2,44 triliun pada 2023 menjadi Rp 1,95 triliun tahun depan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan realisasi anggaran Kemendag untuk tahun anggaran 2023. Per 31 Agustus 2023, realisasi mencapai sebesar Rp 1,3 triliun, atau 55,15 persen dari total pagu anggaran Rp 2,44 triliun.

Masih rendahnya realisasi ini, jelas Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan, salah satunya disebabkan tugas pembantuan berupa pembangunan revitalisasi pasar rakyat sebesar Rp 192,9 miliar.

Jadi, masih dalam proses membangun, kata dia di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Selain itu, terdapat target kegiatan yang pelaksanaannya menyesuaikan dengan pihak ketiga, seperti pelaksanaan pameran internasional. Juga sejumlah anggaran terkena automatic adjustment yang saat ini dalam proses buka blokir sebesar Rp 89,5 miliar.

Zulhas telah menerima pagu indikatif dari Kemenkeu dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas bahwa anggaran Kemendag 2024 sebesar Rp 1,95 triliun.

Jadi anggaran kita turun dari semula Rp 2,44 triliun (tahun 2023). Hampir Rp 500 miliar turunnya, ujarnya.

Adapun rencana kerja Kemendag 2024, sambung Ketua Umum PAN ini, yakni mewujudkan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan, dengan indikator pangan bergejolak dengan target 3,1 persen.

Termasuk mewujudkan konsumen cerdas dan pelaku usaha yang tertib serta bertanggung jawab, dengan indikator indeks perlindungan konsumen sebesar 6,4.

Berikutnya, meningkatkan pasar produk dalam negeri dengan indikator pertumbuhan subsektor perdagangan besar dan eceran tapi bukan mobil dan sepeda motor, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan target 6 persen. Mengoptimalkan peranan perdagangan berjangka komoditi dan sistem resi gudang dan pasar lelang komoditas.

Kemudian, meningkatnya pertumbuhan ekspor barang non migas bernilai tambah dan jasa, dengan indikator neraca perdagangan antara 31,6 miliar sampai - 53,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dan perjanjian kesepakatan luar negeri dengan target 34 kesepakatan.

Sementara, anggota Komisi VI DPR Mufti Aimah Nurul Anam memuji kiprah Zulhas selama menjabat orang nomor satu di Kemendag.

Walau Zulhas jauh di mata, tapi baginya, pria yang baru menjabat Mendag pada Juni 2022 ini, selalu dekat di hati.

Saya ini pengikutnya Pak Menteri di medsos. Jujur, Pak Menteri inspirasi buat kami. Bapak walaupun jauh lebih tua dari kami, tapi penampilannya muda, gercep (gerak cepat) gitu. Kemudian sering turun juga. Serius, pujinya disambut riuh sejumlah politisi.

Itu namanya koalisi Indonesia maju, ujar anggota Komisi VI DPR Khilmi.

Kalau muji-ujinya terlalu tinggi, hati-hati Pak Menteri, timpal Pimpinan Sidang Sarmudji, disambut senyum Mufti.

Mufti menilai, gercepnya Zulhas ini bisa dilihat saat turun memantau dan melakukan stabilisasi harga bahan pokok di tengah-tengah masyarakat. Sikap Zulhas ini tidak seperti pendahulunya yang biasanya berlarut-larut.

Contoh kemarin harga telur, di produsen sempat Rp 18.500 per kilogram, sementara di konsumen Rp 32 ribu per kilogram. Tapi saya lihat itu tidak lama, karena saya lihat Pak Menteri turun ke lapangan. Kemudian hari ini hanya terpaut sedikit, ungkapnya.

Karena itu, dia mengapresiasi gercep Zulhas dalam mengantisipasi gejolak harga telur dan berbagai bahan pokok lainnya. Dia pun yakin, gejolak harga beras yang terjadi saat ini, bisa segera direspons Mendag.

Kalau soal beras kita bisa maklum lah karena sekarang opini di dunia sedang terjadi persoalan tapi masih taraf wajar. Kami berharap soal beras ini, dengan tangan dingin Pak Menteri bisa segera diselesaikan, harapnya.

Anggota Komisi VI DPR Sondang Tiar Debora Tampubolon prihatin dengan penurunan pagu anggaran Kemendag di tahun 2024.

Turunnya lumayan banyak, sampai Rp 500 miliar. Saya kira ini perlu perhatian khusus, katanya.

Sondang pun bertanya-tanya alasan Kemenkeu bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) menurunkan anggaran Kemendag. Apakah karena penyerapan anggaran di tahun 2023 kurang optimal atau hasil evaluasi anggaran tahun 2022 yang dianggap tidak maksimal. Atau karena pendapatan negaranya tidak tercapai?

Nah. ini harusnya ada evaluasi karena untuk menghadapi tahun 2024, harusnya anggaran tidak boleh turun. Karena ada banyak hal yang perlu dikerjakan dan dioptimalisasi,jelasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 5/9/2023 dengan judul Anggaran Kemendag Turun Nyaris Rp 500 Miliar, DPR Besarkan Hati Zulhas

Topik Menarik