Indonesia Sukses Keluar Dari Pandemi Covid 19 APBN 2022 Layak Dijadikan Referensi Penanganan Krisis
Senayan berpandangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (APBN TA) 2022 cukup efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, kinerja ekonomi Pemerintah juga berhasil menjadi fondasi kokoh bagi bangsa menuju upaya pemulihan nasional pasca pandemi Covid-19.
Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, APBN 2022 berhasil menjawab berbagai tantangan, mulai dari pandemi hingga krisis geopolitik tentunya layak mendapat apresiasi tinggi.
APBN 2022 layak kita jadikan referensi dalam penanganan situasi krisis multidimensi baik di masa kini maupun di masa mendatang, katanya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Bobby bilang, tahun 2022 merupakan tahun penuh berkah bagi Indonesia. Apalagi di tahun tersebut, pandemi Covid-19 yang mendera banyak negara ini telah berangsur mereda.
Kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang hampir tiga tahun lamanya terhambat oleh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah kembali normal seperti sedia kala.
Begini Prospek Cuan Emiten Rokok di 2026
Tradisi mudik Lebaran kembali diizinkan. Dan untuk pertama kalinya sejak pandemi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kembali ke puncak di level 124,7.
Dengan pulihnya konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 5,3 persen, atau lebih tinggi 5,2 persen, sekaligus menjadi salah satu tertinggi di dunia, ungkapnya.
Meski demikian, diakuinya, kondisi ekonomi Indonesia bukannya tanpa ujian berat. Krisis geopolitik dengan pecahnya perang Rusia-Ukraina pada triwulan I sempat menimbulkan lonjakan inflasi secara global, tak terkecuali di dalam negeri.
Krisis geopolitik tersebut menambah dimensi ketidakpastian baru yang berpotensi bermuara pada krisis pangan, krisis energi hingga finansial. Bahkan melonjaknya harga komoditas sampai memaksa Pemerintah menaikkan harga BBM di tahun tersebut.
Namun, di tengah rentannya situasi global tersebut, Indonesia berhasil mengendalikan laju inflasi tahunan 2022 di angka 5,51 persen. Penerimaan negara juga mencatatkan positif 116,3 persen dari target windfall profit booming harga-harga komiditas unggulan ekspor beserta produk turunan dan hiiirisasinya.
Hingga triwulan III tahun 2023, Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dalam tujuh kuartal berturut-turut.
Karena itu, Fraksi Golkar DPR dengan penuh rasa syukur berpandangan bahwa Indonesia telah kembali dalam jalur menuju Indonesia Maju 2045, yakinnya.
Walau demikian, Bobby mengingatkan, dinamika geopolitik serta dampak-dampak dari pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Segenap elemen bangsa mesti senantiasa waspada mengantisipasi setiap skenario dan kemungkinan buruk.
Untuk itu, pihaknya meminta agar keberhasilan bangsa ini menghadapi kirisis dan ketidakastian global tidak boleh hanya dapat dinikmati oleh generasi kita sendiri. Pemerintah diharapkan mendokumentasikan dengan baik setiap langkah, setiap kebijakan, serta setiap detil perkembangan penanganan situasi krisis termasuk pandemi Covid-19.
Agar dapat menjadi pegangan, referensi serta literatur yang bermanfaat bagi generasi yang akan datang, harapnya.
Bobby mengatakan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2022 merupakan bukti komitmen Pemerintah dalam menjaga kualitas pengelolaan APBN.
Untuk itu, Fraksi Golkar memberi apresiasi kepada Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan segenap jajarannya karena mampu mempertahankan opini WTP dalam tujuh tahun berturut-turut.
Capaian ini modal penting untuk mempertahankan otimisme dan kepercayaan publik. Pemerintah memiliki kapasitas dan integritas membawa bangsa ini menuju cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2045, jelasnya.
Meski sudah cukup memuaskan, Pemerintah kudu senantiasa meningkatkan pengawasan dan kualitas penelolaan keuangan di setiap kementerian/lembaga (K/L). Terlebih, negara saat ini sudah memasuki tahun politik menjelang pemilu serentak 2024.
Fraksi Golkar juga berharap tingkat kepatuhan dan kualitas pengelolaan keuangan yang tercermin dalam opini BPK dijadikan salah satu pertimbangan. Ini untuk menentukan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga terkait dalam tahun anggaran berikutnya, pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 26/8/2023 dengan judul Indonesia Sukses Keluar Dari Pandemi Covid-19, APBN 2022 Layak Dijadikan Referensi Penanganan Krisis










