Kejar Indonesia Emas, Kontribusi PDB Maritim Ditargetkan Capai 15% pada 2045

Kejar Indonesia Emas, Kontribusi PDB Maritim Ditargetkan Capai 15% pada 2045

Ekonomi | BuddyKu | Selasa, 8 Agustus 2023 - 14:45
share

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) maritim terhadap PDB nasional mencapai 15% pada tahun 2045.

Hal ini sebagai salah satu syarat mencapai Indonesia Emas 2045.

Perekonomian Indonesia Tumbuh Kuat dan Cetak 5,17 Persen di Kuartal II- 2023

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pemerintah ingin meningkatkan PDB maritim sebagai bagian dari sasaran visi mencapai Indonesia emas 2045.

"Kita berharap peranan ekonomi maritim kita itu bisa menjadi 12,5% PDB pada tahun 2045," ungkap Suharso dalam acara Seminar Penguatan Tata Kelola Kelautan Berkelanjutan dan Berkeadilan dalam Rencana Pembangunan Nasional, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Dia menambahkan bahwa ke depan akan dilakukan pembangunan konektivitas laut yang efisien dan efektif.

Menko Airlangga: Ekonomi RI Lebih Kuat Dibanding AS, Singapura hingga Jerman

"Jadi kita menggunakan dia jadi kayak alat transportasi kayak kita bangun jalan di darat," ujarnya.

Kemudian industrialisasi perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing yang diterjemahkan di Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai dari penangkapan yang terukur dan lain sebagainya.

Ekonomi Indonesia Tumbuh, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.886

Strategi yang berikutnya adalah pariwisata bahari yang inklusif. Suharso mengatakan, strategi-strategi tersebut masih bersifat kontinental, padahal menurut Suharso Indonesia bisa melakukan lebih dari itu.

"Kalau kita lihat semua the way of thinkingnya basically ini masih kontinen, buat saya masih kontinen, karena kita mau bangun jalan tol di laut sebagai bagian dari transportasi logistik. Ini nggak salah tapi sebenarnya ada yang lebih dari itu yang bisa kita lakukan, itu yang disebut dengan peradaban maritim," pungkasnya.

Topik Menarik