5 Rekomendasi Saham untuk Jangka Panjang, Apa Saja?

5 Rekomendasi Saham untuk Jangka Panjang, Apa Saja?

Ekonomi | BuddyKu | Rabu, 7 Juni 2023 - 07:33
share

IDXChannel Ada sejumlah rekomendasi saham untuk jangka panjang yang bisa Anda jadikan pilihan dalam berinvestasi di pasar modal.

Memilih saham untuk jangka panjang tentu tidak boleh asal. Saham yang bagus untuk jangka panjang merupakan saham yang memiliki fundamental yang baik dan kapitalisasi pasar yang besar.

Jika Anda hendak mengoleksi saham untuk investasi jangka panjang, Anda perlu cermat dalam memilihnya. Pastikan saham yang Anda pilih bukanlah saham spekulasi yang memiliki rasio keuangan yang buruk.

Lantas, apa saja rekomendasi saham untuk jangka panjang? IDXChannel merangkum beberapa daftarnya sebagai berikut.

Rekomendasi Saham untuk Jangka Panjang

Keputusan investasi saham tentunya bergantung pada tujuan investasi masing-masing investor. Apabila hendak berinvestasi jangka panjang, investor perlu memilih saham yang solid sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Anda bisa mempertimbangkan saham-saham blue chip atau yang masuk dalam indeks LQ45 di mana saham-saham dalam indeks ini sudah melalui proses seleksi dengan likuiditas yang tinggi.

Selain itu, Anda juga bisa mencermati beberapa ciri-ciri saham yang bisa dijadikan investasi jangka panjang sebagai berikut.

  1. Saham memiliki fundamental dan kinerja yang baik dan rutin memberikan dividen.
  2. Saham berasal dari perusahaan yang dikenal luas dan produknya dibutuhkan oleh banyak kalangan.
  3. Saham berasal dari perusahaan yang memiliki model bisnis yang jelas.
  4. Saham memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Anda bisa mempertimbangkan saham yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp500 miliar.

Dari sekian banyak saham yang ada, berikut beberapa saham yang memiliki fundamental yang baik dan cocok untuk dipertimbangkan sebagai investasi jangka panjang.

1. INDF

Salah satu investasi saham yang cocok untuk jangka panjang adalah INDF. Meski cukup fluktuatif pada 2021 lalu, namun masyarakat masih menaruh kepercayaan pada saham ini. Hal ini lantaran INDF dinilai sebagai salah satu saham yang memiliki fundamental kuat. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2023, INDF tercatat memperoleh laba bersih periode berjalan sebesar Rp3,85 triliun.

5 Rekomendasi Saham untuk Jangka Panjang, Apa Saja? (FOTO : MNC MEDIA)

2. UNVR

Secara year to date, UNVR terus mengalami pertumbuhan positif. Salah satu saham di sektor consumer goods ini berhasil mencetak kenaikan laba bersih pada kuartal pertama dan kedua 2022 yakni menjadi Rp2,02 triliun dan Rp1,4 triliun. Meskipun sempat mengalami penurunan harga yang cukup signifikan ketika pandemi Covid-19, namun prospek UNVR masih dinilai bagus hingga puluhan tahun ke depan. Hal ini lantaran saham ini telah memiliki lebih dari 400 brand yang dikenal masyarakat luas.

3. PTBA

PTBA merupakan saham milik PT Bukit Asam Tbk. Perusahaan ini merupakan perusahaan dari MIND ID, salah satu BUMN di sektor pertambangan. Perusahaan pertambangan batu bara milik negara ini juga memiliki kinerja yang cemerlang. Pada kuartal I dan II 2022, PTBA berhasil mencatatkan laba bersih masing-masing sebesar Rp2,27 triliun dan Rp3,88 triliun. Laba tersebut tercatat meningkat signifikan dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp502 miliar dan Rp1,27 triliun.

4. ANTM

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga merupakan anggota MIND ID yang merupakan BUMN holding di industri pertambangan. ANTM mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada periode triwulan pertama 2023. Hal ini juga membuat harga saham ANTM diprediksi akan mengalami penguatan.

5. ADRO

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga bisa menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang. Kinerja ADRO berhasil mengalami peningkatan sepanjang kuartal pertama 2023. Emiten pertambangan batu bara ini berhasil mencatatkan laba bersih mencapai USD458,04 juta sepanjang kuartal I/2023 atau naik 14,5% secara tahunan.

Itulah beberapa rekomendasi saham untuk jangka panjang yang bisa Anda pertimbangkan sebagai investasi Anda. Meski demikian, keputusan investasi harus disesuaikan tujuan investasi Anda masing-masing. (MYY)

Topik Menarik