Petuah Ibunda Kandaskan Keinginan Jenderal Kopassus Masukan Anak Ahmad Yani ke Akmil

Petuah Ibunda Kandaskan Keinginan Jenderal Kopassus Masukan Anak Ahmad Yani ke Akmil

Berita Utama | BuddyKu | Kamis, 5 Oktober 2023 - 13:28
share

JAKARTA Jenderal Ahmad Yani adalah salah satu perwira militer yang menjadi korban kekejaman G30S PKI, sehingga ia diberi gelar penghormatan Anumerta sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia.

Ahmad Yani bergabung dengan militer sebagai anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang dibentuk penguasa Jepang saat itu. Setelah itu ia meminta untuk dilatih sebagai komandan peleton PETA di Bogor, Jawa Barat, dan selesainya ia dikirim kembali ke Magelang sebagai instruktur tentara.

Pada 5 September 1944, Yani melangsungkan pernikahan dengan mantan guru mengetik yang pernah mengajarinya Bandiah Yayu Ruliah. Dari pernikahan ini, Yani dianugerahi delapan orang anak, yaitu Indriyah Ruliati Yani, Herliah Emmy Yani, Amelia Yani, Elina Elastria, Widna Ani Yani, Reni Ina Yuniati, Untung Mufreni Yani, dan putra bungsunya Irawan Sura Edi Yani.

Pada malam kejadian setelah Jenderal Ahmad Yani dibunuh dan dibawa ke lubang Buaya, istrinya Yayu segera pulang ke rumah. Anak-anak Yani tidak kuat melihat ibunya membasuh wajahnya dengan darah Jenderal Ahmad Yani

Pada 4 Oktober 1965 mereka berkumpul di dalam kamar, lalu Yayu mengatakan agar anak-anaknya berjanji untuk tidak masuk tentara.

Sudah cukup darah bapakmu untuk Ibu Pertiwi ini, sudah cukup! Jadi tidak ada lagi namanya Ahmad Yani yang masuk tentara! ujar anak Ahmad Yani, Untung Mufreni, dikutip Okezone dari Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (5/10/2023).

Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan sahabat ayahnya, beberapa kali menawarkan Untung dan Edi untuk mendaftar ke Akademi Militer (Akmil). Tetapi mereka tidak mau melanggar janji pada ibunya.

Dalam pertemuan keluarga besar Jenderal Ahmad Yani di Museum Sasmita Loka Jenderal A Yani, Edi mengungkapkan hal tersebut.

Kami sebenarnya ingin menjadi tentara seperti Bapak (Jenderal A Yani), tapi kami tidak ingin membantah pesan dari Ibu, Takut kualat membantah petuah Ibu," kata Untung.

Walaupun ibunda sudah mengatakan untuk tidak berhubungan dengan militer, tetapi dua putrinya memiliki takdir yang berbeda. Anak pertamanya Ruli, menikah dengan Brigadir Jenderal (Purn) Soedarsono, lulusan Akmil 1965 dari Korps Infantri.

Sedangkan anak kelima, Nanik menikah dengan Mayor Jenderal (Purn) Judi Magio Jusuf, lulusan Akmil 1973 dari Korps Infantri yang satu angkatan dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Topik Menarik