Kalimantan Utara Masif Cegah DBD dengan Vaksinasi Dengue, Ini Faktanya!

Kalimantan Utara Masif Cegah DBD dengan Vaksinasi Dengue, Ini Faktanya!

Berita Utama | inews | Jum'at, 9 Januari 2026 - 17:22
share

JAKARTA, iNews.id - Masalah Dengue atau DBD masih banyak ditemukan di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga 1 Desember 2025 sebanyak 139.298 kasus teridentifikasi. 

Upaya pencegahan harus dilakukan, terlebih lagi di musim pancaroba ini risiko Demam Berdarah meningkat. Selain dengan upaya menguras, menutup, mendaur ulang (3M), mencegah DBD juga dapat dilakukan dengan vaksinasi dengue dan itu yang kini dimasifkan di Kalimantan Utara. 

Menurut informasi yang diterima iNews.id, peresmian vaksinasi Dengue di Kalut dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran pembelian vaksin DBD bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Utara. Adapun lokus kegiatan yaitu pada Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara. 

Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, dan juga bermitra dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines dengan turut melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Kesehatan, Komite Nasional/Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda KIPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pemerintah Kabupaten Bulungan, serta lintas sektor lainnya.

Kondisi Dengue di Kalimantan Utara

Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR 1,09 persen. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81 dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Usman, menyampaikan, Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan. Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue. 

Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, pihaknya perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini didorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan. 

"Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’ dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, kami yakin Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari dengue," kata Usman dikutip Jumat (9/1/2026). 

Lebih lanjut, Bupati Kabupaten Bulungan Syarwani menegaskan, program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik. 

Program vaksinasi ini, katanya, diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan yang selama ini telah dijalankan bersama, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi. 

"Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan," kata Syarwani. 

Vaksinasi Dengue di Kalimantan Utara

Pada tahap awal, vaksinasi direncanakan diberikan kepada 725 anak usia 9–13 tahun atau kelas 3, 4, dan 6 pada 13 Sekolah Dasar serta kelas 7 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, dengan pelaksanaan yang dipersiapkan secara saksama mulai dari skrining kesehatan sebelum vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pasca imunisasi. 

"Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap program ini berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga semakin banyak anak di Bulungan yang terlindungi dari infeksi dengue yang berpotensi mengancam nyawa," ungkap Syarwani.

Dukungan juga disampaikan mitra penyedia vaksin. Shadiq Akasya, Presiden Direktur PT Bio Farma, mengatakan, "Sebagai bagian dari upaya aktif memerangi dengue di Indonesia, Bio Farma terus mendorong perluasan akses vaksin dengue, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah."

"Kami memandang penguatan pencegahan dengue membutuhkan langkah yang konsisten dan berkelanjutan, dengan edukasi yang jelas kepada para pemangku kepentingan agar program dapat dipahami dan dijalankan dengan baik," tambahnya. 

"Melalui dukungan program publik seperti yang dimulai Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Bulungan ini, kami berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue,' sambung dia.
 
Sementara itu, Andreas Gutknecht selaku Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan, "Kami mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang menjadi pelopor pelaksanaan vaksinasi dengue di Kalimantan Utara."

Inisiatif ini, kata Andreas, menambah daftar 12 wilayah di Indonesia yang telah menerapkan program vaksinasi publik untuk melindungi anak-anak dari dengue. 

Sebagai informasi, Dengue memberikan beban besar bagi Indonesia, tidak hanya pada sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp3 triliun, belum termasuk kasus-kasus yang dilaporkan selama terjadi wabah, dan dampak emosional serta sosial yang ditanggung pasien dan keluarga.