Prabowo Disentil soal Kritikan Anies Tentang PSN Titipan

Prabowo Disentil soal Kritikan Anies Tentang PSN Titipan

Nasional | BuddyKu | Senin, 2 Oktober 2023 - 17:41
share

Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli menyentil bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto mengenai kritikan bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan titipan.

Pasalnya bakal capres PDIP Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat suara mengenai tudingan Anies Baswedan bahwa PSN merupakan titipan pihak-pihak tertentu, sedangkan Prabowo Subianto masih diam.

"Ganjar & Jokowi 1 suara mempertanyakan data Anies yang menuduh Proyek Strategis Nasional "titipan kanan-kiri" Ayo buka datanya," ucap Ketua Umum GANJARIAN SPARTAN itu.

"Kalau Prabowo kok diem? Kok gak belain Jokowi? Cuma eksploitasi Jokowi saja ya...," sambung mantan politikus PSI itu dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (2/10).

Ganjar & Jokowo 1 suara mempertanyakan data Anies yg menuduh Proyek Strategis Nasional "titipan kanan-kiri" Ayo buka datanya. Klau Prabowo kok diem? Kok gak belain Jokowi? Cuma eksploitasi Jokowi saja ya... pic.twitter.com/0HAsO1zbNf

Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) October 2, 2023

Sebelumnya, Anies Baswedan mengkritisi soal Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi titipan kanan-kiri. Hal ini disampaikan Anies saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional 1 Partai Masyumi pada Sabtu (30/9/2023).

Rujukannya Rencana Jangka Panjang, turunannya Rencana Jangka Menengah, dan turunannya kemudian PSN. Merujuk ke sana. Tapi kalau itu tak dilakukan dengan baik, PSN itu kemudian jadi titipan kanan-kiri yang masuk tanpa kita ketahui bagaimana proses itu disusun, kata Anies dikutip dari Republika.

Anies mengatakan, jika memang ada titipan dalam pelaksanaan proyek tersebut maka masyarakat akan dirugikan. Karena itu, ia ingin agar pelaksanaan PSN perlu diluruskan kembali sehingga mencerminkan tujuan awal.

Dan ketika titipan kanan-kiri, konsekuensinya dirasakan oleh masyarakat. Ini kita kembali perlu luruskan, sehingga apa yang menjadi kebijakan-kebijakan itu mencerminkan tujuan awal, ujarnya.

Topik Menarik