Duh, Ganjar dan Prabowo Tengah Hadapi Krisis

Duh, Ganjar dan Prabowo Tengah Hadapi Krisis

Ekonomi | BuddyKu | Rabu, 27 September 2023 - 14:41
share

Bakal capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo dan bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto tengah menghadapi krisis mendekati Pilpres 2024.

Pasalnya berdasarkan survei terbaru Lembaga survei Indo Riset, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di sejumlah daerah mengalami penuran, begitupun dengan PDIP dan Gerindra.

"Ganjar turun di Jateng-Bali. PS (Prabowo Subianto) turun di Jabar-Sumatera. PDIP & Gerindra pun turun," ungkap pegiat media sosial Eko Widodo dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Rabu (27/9).

Karenanya sekarang merupakan waktu untuk Koalisi Perubahan bersama bakal capres Anies Baswedan dan bakal cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bergerak cepat. "Anies-Muhaimin & koalisi perubahan tancap gas, AMIN-KAN Indonesia!!" ujarnya.

Ganjar turun di Jateng-Bali
PS turun di Jabar-Sumatera
PDIP & Gerindra pun turun

Anies-Muhaimin & koalisi perubahan tancap gas, AMIN-KAN Indonesia!! pic.twitter.com/QZuxA5CciG

???????????? ???????????????????????? (@ekowboy2) September 26, 2023

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Lembaga Indo Riset di beberapa daerah, hasilnya elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami penurunan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Berbeda dengan Ganjar, dalam survei yang dilakukan pada 11-18 September 2023 itu, Anies Baswedan mengalami kenaikan efek dari deklarasi Cak Imin sebagai cawapres.

Peneliti Indo Riset Roki Arbi mengatakan Anies mengalami kenaikan elektabilitas di Jateng dan Yogyakarta dari 8,3 persen menjadi 14,4 persen, selain itu kenaikan juga terjadi di Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Gorontalo.

"Efek dari deklarasi pasangan cawapres Muhaimin Iskandar dan bergabugnnya PKB ke Koalisi, terjadi kenaikan dukungan pemilih di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah-DIY pada Anies Baswedan dibandingkan survei bulan lalu, sumbangan yang terbesar didapatkan dari kenaikan elektabilitas di Jawa Timur," kata Roki dalam paparannya, di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2023) dikutip dari Detik.

Sedangkan di Jateng dan Yogyakarta, elektabilitas Ganjar mengalami penuruan dari 70,0 persen menjadi 65,6 persen. Selain itu bakal capres PDIP juga mengalami penurunan di Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Gorontalo. "Stagnasi juga dapat dianalisis dari kesulitan PDIP mencari cawapres," ucap dia.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto mengalami penurunan di Sumatera dari 41,5 persen menjadi 38,1 persen, lalu di Jawa Barat dari 46,0 persen menjadi 40,5 persen, dan Jawa Timur dari 40,6 persen menjadi 32,8 persen, terakhir Kalimantan dari 48 persen menjadi 32 persen.

Topik Menarik