Wall Street Ditutup Menguat, Saham Chip Melonjak Didorong Optimisme AI

Wall Street Ditutup Menguat, Saham Chip Melonjak Didorong Optimisme AI

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 7 Januari 2026 - 06:34
share

IDXChannel - Wall Street ditutup menguat pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat seiring saham-saham chip melonjak didorong optimisme baru terkait kecerdasan buatan (AI). Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi.

Melansir Investing, S&P 500 naik 42,92 poin atau 0,61 persen menjadi 6.944,97 poin, sementara Nasdaq Composite naik 147,40 poin atau 0,63 persen menjadi 23.543,22. Dow Jones Industrial Average naik 489,12 poin atau 1,00 persen menjadi 49.466,30.

Saham Moderna melonjak setelah BofA Global Research menaikkan target harga perusahaan farmasi tersebut, yang membantu mengangkat indeks kesehatan S&P 500. 

Saham teknologi memori dan penyimpanan juga menguat setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, berbicara di Consumer Electronics Show di Las Vegas, menjelaskan prosesor AI baru yang akan diluncurkan, termasuk lapisan teknologi penyimpanan baru.

SanDisk, Western Digital, Seagate Technology, dan Micron Technology semuanya mencapai rekor tertinggi.

Indeks chip PHLX juga mencapai rekor tertinggi, mencatat kenaikan dalam tiga hari perdagangan pertama 2026 sekitar 8 persen.

“Saya pikir kita akan memiliki musim laba yang sangat kuat untuk Big Tech, dan semua estimasi belanja modal yang kita dengar kemungkinan akan direvisi lebih tinggi lagi,” kata manajer portofolio di Argent Capital, St. Louis, Jed Ellerbroek.

Menjelang musim laporan laba kuartal keempat dalam beberapa minggu ke depan, valuasi di Wall Street tetap relatif tinggi. S&P 500 diperdagangkan sekitar 22 kali laba yang diperkirakan, turun dari 23 pada November, namun masih di atas rata-rata lima tahun indeks sebesar 19, menurut data LSEG.

Dow mendekati angka historis 50.000.

Berdasarkan data awal, S&P 500 naik 42,92 poin atau 0,61 persen, menjadi 6.944,97 poin, sementara Nasdaq Composite naik 147,40 poin atau 0,63 persen menjadi 23.543,22. Dow Jones Industrial Average naik 489,12 poin atau 1,00 persen, menjadi 49.466,30.

Data pada Selasa menunjukkan PMI komposit akhir S&P Global turun menjadi 52,7 pada Desember dari 53,0 pada sebelumnya, sementara PMI sektor jasa turun menjadi 52,5 dari 52,9. 

Pasar juga menanggapi komentar Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, yang menekankan sikap hati-hati bank sentral AS terhadap pemotongan lebih lanjut, berbeda dengan Gubernur Stephen Miran yang menyerukan pemotongan agresif dalam wawancara dengan Fox Business. 

Investor mengabaikan kekhawatiran terkait dampak geopolitik yang lebih luas setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akhir pekan lalu, dengan memperkirakan langkah tersebut bisa membuka jalan bagi perusahaan AS untuk mengakses cadangan minyak Venezuela.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik