Tentukan Nilai SPF hingga Cara Pakai Optimal, Ternyata Begini Asal-usul Brand Ciptakan Produk Sunscreen!
Beredarnya konten tentang SPF palsu pada sunscreen beberapa waktu lalu, tak dipungkiri membuat banyak orang mulai menyadari pentingnya memahami istilah dan penjelasan dalam produk sunscreen . Mulai dari SPF , PA , sinar UVA , sinar UVB , hingga uji in vitro dan in vivo .
Untuk mengetahui lebih dalam tentang nilai SPF hingga cara optimal menggunakan sunscreen, simak penjelasannya berikut ini langsung dari Meythia Leony Chandra selaku R&D Carasun .
Kriteria brand menentukan kadar SPF

Tak jarang, sebuah brand mengikuti standar kriteria tertentu dalam memproduksi sebuah produk. Hal yang sama juga berlaku pada sunscreen. Untuk tingkat SPF sunscreen, Meythia menjelaskan bahwa Carasun berpegang teguh pada aturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Kalau Carasun kami berpegang sama aturan yang diberikan oleh BPOM. Jadi, BPOM itu punya namanya Perka (Peraturan Kepala). Perka BPOM untuk tabir surya itu bersandarnya ke standarisasi internasional namanya ISO, dan ISO ini standarisasinya bukan sama Indonesia atau BPOM saja, tetapi banyak benua lain termasuk Eropa, kata Meythia.
Meythia melanjutkan, Nah, standarisasi untuk pengujian ISO itu ada dua, anti-UVA diperbolehkan BPOM untuk dilakukan secara in vitro , kalau misalkan SPF atau anti-UVB diminta BPOM pengujiannya secara in vivo .
Perbedaan uji in vitro dan in vivo sunscreen

Melansir artikel sebelumnya , in vitro merujuk pada uji coba suatu produk yang dilakukan di laboratorium. Dalam uji in vitro, pengukuran nilai SPF sunscreen dilakukan dengan meneliti transmisi radiasi UV sunscreen pada biomembran. Selain itu, bisa juga dengan menguji karakteristik sunscreen melalui analisis instrumental yang berhubungan dengan interaksi sinar dengan molekul atau spektrofotometri.
Tips Menghilangkan Flek Hitam Secara Alami, Dokter Ungkap Manfaat Bahan Herbal yang Aman di Rumah
Berbeda dari in-vitro, uji in vivo dilakukan dengan melibatkan organisme hidup, utamanya manusia dengan cara mengaplikasikan produk sunscreen langsung di kulit. Setelah diaplikasikan, peneliti akan melakukan tes efektivitas perlindungan produk terhadap kulit dari sinar UV untuk mengetahui dan menguji klaim dari besaran nilai SPF dan PA sebuah sunscreen .
Kalau misalkan anti-UVB yang dinilai in vivo itu diberi nilai SPF-nya 30, maka akan menangkal kurang lebih 97% dari UVB yang ada, kemudian SPF 45 itu kurang lebih menangkal 97,8% UVB. Sementara SPF 50, berkorelasi terhadap 98% nilai UVB yang tertangkal ke kulit manusia, jelas Meythia.
Nilai SPF dalam dua produk Carasun

Seperti kita ketahui, hingga saat ini Carasun telah menghadirkan dua produk sunscreen. Solar Smart UV Protector memiliki perlindungan SPF 45 PA++++ dan Healthy Matte UV Protector dengan perlindungan SPF 50+ PA++++.
Lantas, ketika ditanya mengapa keduanya memiliki nilai SPF yang berbeda, Meythia mengatakan, Kami berusaha sejujur-jujurnya, nilai in vivo tidak akan kami lebih-lebihkan. Kalau kami dapatnya 45, maka kami klaim 45. Kalau misalkan kami dapatnya 50, kami akan klaim 50.
[prod_sldr ids="80032"/ />
Angka 45 adalah nilai yang bisa kami dapat tanpa mengorbankan kenyamanan yang orang bisa pakai dari CloudLike texture. Teksturnya unik dan sudah didaftarkan khasnya Carasun karena senyaman itu untuk kulit, tapi tetap memproteksi terhadap matahari, tambahnya.
[prod_sldr ids="102426"/ />
Yang kedua, teksturnya lebih cair seperti sunscreen pada umumnya. Kami punya teknologi namanya Clay Matte, karena itu kami mendapatkan nilai SPF secara in vivo 50 namun tetap bisa menghasilkan tampilan matte pada kulit, jelas Meythia.
Cara optimal memakai sunscreen

Selain mengetahui nilai SPF pada produk sunscreen , penting juga untuk selalu memakai sunscreen sesuai anjuran agar memberikan perlindungan optimal terhadap kulit. Hal perlu dipertimbangkan adalah pakainya cukup atau enggak, karena penentuan nilai SPF dan PA itu dinilai secara jumlah sunscreen yang ditaruh di kulit manusia atau di alat labnya, yaitu sejumlah 2 mg/cm. Jadi, kalau pakainya kurang atau dihemat-hemat, efeknya atau perlindungannya enggak seoptimal kalau misalkan pakai dengan jumlah yang tepat, ucapnya.
Lebih lanjut, Meythia mengatakan bahwa aktivitas yang menimbulkan sentuhan atau gesekan pada wajah turut mengurangi jumlah sunscreen , Saran dari BPOM maupun FDA itu umumnya reapply setiap dua jam sekali. Jadi, jangan lupa, pertama gunakan dalam jumlah yang cukup, kedua reapply , tutup Meythia.










