Kelompok Bersenjata Serang Biara di Kosovo
Sedikitnya 30 orang bersenjata membunuh seorang polisi Kosovo Albania dan kemudian menyerbu sebuah biara Ortodoks di Kosovo dekat perbatasannya dengan Serbia, memicu baku tembak yang menyebabkan tiga orang penyerang tewas.
Insiden tersebut meningkatkan ketegangan di antara kedua negara yang pernah menjadi musuh pada masa perang, tetapi saat ini berusaha menormalkan kembali hubungan mereka.
Perdana Menteri Albin Kurti mengatakan polisi telah mengepung Banjska, sebuah desa yang terletak 55 kilometer di utara Ibu Kota Kosovo di mana biara itu berada, dan baku tembak masih terus berlanjut. Ditambahkannya, serangan itu mendapat dukungan dari negara tetangga Serbia.
Keuskupan Kosovo dari Gereja Ortodoks Serbia mengatakan kebijakan kuncitara ( lockdown ), yang melarang orang keluar masuk sebuah lokasi di mana sedang terjadi insiden, diberlakukan di kuil biara di Banjska setelah sekelompok orang bersenjata menyerbu kuil itu. Sekelompok peziarah dari Serbia berada di dalam kuil di Kosovo bersama seorang kepala biara, Pendeta Danilo.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic, pada hari Minggu (24/9) malam di Beograd, mengatakan bahwa orang-orang bersenjata itu adalah warga Serbia Kosovo setempat "yang tidak lagi ingin diteror Kurti."





