Starlink yang Sibuk Menghasilkan Uang di Indonesia

Starlink yang Sibuk Menghasilkan Uang di Indonesia

Ekonomi | BuddyKu | Minggu, 24 September 2023 - 09:26
share

Pekan lalu , pemberitaan satelit Internet Starlink akan masuk ke Indonesia untuk melancarkan operasi semakin santer . Sejak perwakilan Starlink berkunjung ke Indonesia, isu kedaulatan negara juga menarik perhatian publik .

Starlink adalah proyek ambisius dari SpaceX yang bertujuan untuk menyediakan akses internet broadband global menggunakan jaringan satelit. Dalam proyek ini, SpaceX meluncurkan ribuan satelit ke orbit rendah bumi (LEO) untuk membentuk jaringan yang mencakup seluruh planet. Dengan demikian, Starlink berupaya untuk menyediakan layanan internet yang cepat dan terjangkau di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet konvensional, seperti daerah terpencil atau pedesaan.

Ini adalah langkah ambisius dalam upaya untuk memperluas akses internet ke seluruh dunia dan mengatasi ketidaksetaraan akses digital. Proyek Starlink telah mendapatkan banyak perhatian karena potensinya untuk mengubah lanskap konektivitas internet global.

Jadi, SpaceX adalah perusahaan luar angkasa yang mengoperasikan proyek Starlink sebagai salah satu inisiatifnya. Proyek ini merupakan contoh bagaimana teknologi luar angkasa dapat digunakan untuk tujuan komersial dan sosial yang lebih luas.

Ancaman Kedaulatan Negara

Layanan internet Starlink yang memanfaatkan low earth orbit (LEO) tak membutuhkan gateway di darat karena memanfaatkan laser Inter Satellite Link (ISL) yang berperan menjadi backbone.

Menurut pengamat telekomunikasi dari ITB, Ridwan Effendi, dalam aturan perundang-undangan yang berlaku saat ini, untuk layanan satelit di Indonesia, negara wajib memiliki kontrol terhadap gateway dan NOC.

Jika gateway dan NOC tidak berada di teritori Indonesia, kata Ridwan, negara tidak memiliki kedaulatan infrastruktur satelit tersebut. Ketika negara tak memiliki kedaulatan, kewenangan negara untuk menjalankan kewajibannya terkait lawful intercept, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan tak dapat dilakukan.

"Indonesia sebagai negara berdaulat harusnya bisa memiliki kontrol terhadap ruang digital. Termasuk kontrol atas infrastruktur satelit telekomunikasi. Gateway harus berada di Indonesia karena itu diamanahkan di peraturan perundang-undangan. Gateway tersebut bertujuan untuk menunjukkan negara hadir dan menunjukkan kedaulatan kita sebagai bangsa Indonesia. Sehingga apapun teknologinya dan siapapun yang menjalankan layanan telekomunikasi di wilayah NKRI wajib memiliki gateway dan NOC di wilayah Indonesia," ucap Ridwan.

Terkait hal tersebut, Menkominfo Budi Arie Setiadi akan mengkaji potensi ancaman Starlink terkait kedaulatan Indonesia.

"Nah, kita masih mengkaji kemungkinan (ancaman Starlink terhadap keamanan nasional), yang pasti kita terbuka kepada siapapun yang ingin melaksanakan bisnis di Indonesia terutama dalam bentuk pelayanan-pelayanan," ujar Budi ditemui detikINET dalam acara penghargaan detikcom Awards 2023 di Jakarta, Kamis malam (21/9).

Starlink Targetkan 2024 Beroperasi di Indonesia
Seiring polemik kehadiran Starlink menyasar pasar ritel Indonesia, perusahaan tersebut menargetkan akan siap beroperasi di Indonesia mulai 2024.

Hal ini diketahui dari website Starlink. Pada peta ketersediaan Starlink di seluruh dunia, saat mengarahkan ke wilayah Indonesia, muncul informasi bahwa Starlink akan beroperasi di 2024.


Starlink disebut akan tersedia di Indonesia pada 2024.
Begitu pula saat mencoba jajal pemesanan layanan ke Starlink dengan menyertakan alamat, muncul informasi serupa.

"Starlink menargetkan layanan di wilayah Anda mulai tahun 2024. Ketersediannya tergantung pada persetujuan peraturan. Dalam setiap wilayah cakupan, pesanan dipenuhi berdasarkan siapa yang datang lebih dulu dilayani," tulis Starlink.

Ancaman Buat China

Dalam pemberitaan disampaikan Satelit Starlink SpaceX disebut bisa dimatikan atau dihancurkan oleh China jika mengancam keamanan nasional negara tersebut.Skala, kompleksitas, dan fleksibilitas Starlink yang belum pernah terjadi sebelumnya, disebut akan memaksa militer China untuk mengembangkan kemampuan anti-satelit baru.

Topik Menarik