Azerbaijan, Etnik Armenia Capai Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh
Azerbaijan dan otoritas etnis Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, Rabu (20/9), sehari setelah Azerbaijan meluncurkan apa yang disebutnya sebagai operasi antiteroris.
Kesepakatan itu, yang diperantarai pasukan penjaga perdamaian Rusia, menyerukan agar pasukan separatis melucuti senjata dan pasukan Armenia mundur dari wilayah tersebut.
Otoritas Azerbaijan dan perwakilan etnik Armenia di wilayah itu juga dijadwalkan mengadakan pembicaraan hari Kamis (21/9) di kota Yevlakh, Azerbaijan, mengenai masa depan daerah tersebut.
Dewan Keamanan PBB juga dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat mengenai situasi di sana hari Kamis.
Pihak berwenang Armenia mengatakan pertempuran tersebut, yang berlangsung hingga Rabu, menewaskan sedikitnya 32 orang dan mencederai lebih dari 200 lainnya.
Kekerasan itu mendorong munculnya seruan internasional bagi perdamaian, termasuk dari Rusia dan Paus Fransiskus pada hari Rabu.





