DKP NTB Terus Maksimalkan Potensi Tuna di Perairan Bumi Gora
MATARAM -Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB terus mendorong produksi olahan ikan tuna. NTB masuk salah satu daerah lahirnya olahan Tuna yang beragam, kata Kepala DKP NTB Muslim.
Potensi ikan tuna di perairan NTB cukup tinggi. Ini yang membuat investor, yakni PT High Point Fisheries, hendak membangun pabrik pengolahan ikan tuna di Labuhan Lombok, Lombok Timur.
Muslim menyebut pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan investor tersebut. Sebagai bentuk dukungan dan mewujudkan rencana investasi di Provinsi NTB. Ini salah satu perusahaan besar. Rencananya September tahun ini siap beroperasi, ujarnya.
Pabrik pengolahan tersebut bisa menampung ikan Tuna dengan kapasitas produksi hingga 15 ton setiap hari. Hasil olahannya akan diekspor ke sejumlah negara. Dengan industri yang cukup besar, Muslim menyebut tenaga kerja yang dibutuhkan bisa mencapai 100 orang. Yang nantinya diambil dari masyarakat lokal.
Muslim mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi segara perizinan yang diperlukan investor. Sebagai langkah menjamin kenyamanan investasi di NTB. Kami berikan pelayanan terbaik agar iklim investasi tetap terjaga, sebut Muslim.
Dari catatan DKP NTB, produksi perikanantunadi NTB cenderung mengalami kenaikan. Di 2020 lalu, produksi yang dihasilkan dari pelabuhan dan non pelabuhan mencapai 7.695 ton; 2021 mencapai 8.316 ton; dan 2022 sebanyak 9.264 ton.
Kata Muslim, kendala ekspor olahan perikanantunabiasanya terkait dengan ketersediaan bahan baku. Untuk menjamin ini, pemerintah akan berperan dengan skema substitusi dengan wilayah lain.
Misalnya di Labuhan Lombok sedikit, ini bisa dibantu bahan baku dari Sape atau Teluk Awang. Agar pabrik bisa terus beroperasi, jelasnya.
Sementara itu, owner CV Baura, salah satu perusahaan ikan tuna Hajir Hasan menyebut potensi ikan tuna berada di wilayah perairan selatan dan utara Provinsi NTB. Tapi tergantung musim juga, katanya.
Kata Hajir, hasil tangkapan ikan tunanya bisa mencapai 200 ton setiap bulan. Hasil ini kemudian dikirim ke luar negeri, seperti Jepang dan Amerika Serikat, melalui perusahaan ekspor yang ada di luar daerah.
Belum bisa ekspor sendiri. Izin sudah ada, tapi kami masih mencapai buyer dari luar, katanya. (dit/r5)








