Mei 2023, Nilai Ekspor NTB Turun 41,23 Persen, Ini Penyebabnya!

Mei 2023, Nilai Ekspor NTB Turun 41,23 Persen, Ini Penyebabnya!

Ekonomi | BuddyKu | Minggu, 18 Juni 2023 - 04:06
share

MATARAM -Nilai ekspor NTB kembali mengalami koreksi di Mei 2023 sebesar 41,23 persen dibandingkan April 2023. Sementara dibandingkan Mei 2022, nilai ekspor mengalami anjlok cukup dalam hingga 98,22 persen.

Pada Mei 2022, nilai ekspor NTB mencapai USD 219.549.552. Sedangkan di Mei 2023, ekspor NTB hanya di angka sekitar USD 3.907.982. Dengan negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang senilai USD 1.325.464. Disusul Amerika Serikat USD 1.170.787 dan India USD 380.644.

Tim Ekspor Impor Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Taupikurrahman mengatakan, penurunan nilai ekspor pada April dan Mei 2023, disebabkan aktivitas ekspor PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang terhenti.

Izin ekspor untuk AMNT belum terbit. Ini kaitannya dengan pembangunan smelter, kata Taupik.

Dua bulan terakhir, Mei dan April, tidak terjadi ekspor pada komoditas tambang di Provinsi NTB. Ekspor hanya dilakukan untuk komoditas non tambang. Dengan nilai USD 6 juta pada April 2023 dan USD 3,9 juta untuk Mei 2023.

Meski mengalami penurunan, capaian ekspor komoditas non tambang di Mei 2023 masih lebih baik dibandingkan Mei 2022, yang di angka USD 2,32 juta.Ekspor mutiara turun, dari mulanya USD 4,3 juta menjadi ke USD 1,8 juta. Ini cukup mempengaruhi ekspor Mei 2023, ujarnya.

Statistisi Madya BPS NTB Muhammad Saphoan mengatakan, Jepang menjadi negara penyumbang nilai ekspor terbesar pada Mei 2023 di angka 33,89 persen. Kemudian Amerika Serikat 29,93 persen dan India 9,73 persen.

Adapun untuk komoditas ekspornya, terbesar datang dari perhiasan atau permata senilai USD 1.797.073; ikan dan udang USD 1.259.976; kopi, teh, rempah-rempah USD 404.984; garam, belerang, kapur USD 233.130; serta biji-bijian berminyak USD 124.400.

Sementara untuk nilai impor pada Mei 2023 mencapai USD 28,99 juta. Angka tersebut mengalami kenaikan hingga 195,63 persen dibandingkan April 2023, yang nilai impornya USD 9,81 persen.

Komoditas impor pada Mei 2023 dengan nilai terbesar adalah gula dan kembang gula sebesar USD 10.420.530; mesin-mesin atau pesawat mekanik USD 7.068.058; karet dan barang dari karet USD 5.165.573; kendaraan dan bagiannya USD 2.219.544; hingga mesin atau peralatan listrik USD 1.971.796.

Impor bulan lalu datang paling banyak dari Thailand USD 10.420.530 atau 35,94 persen; China USD 6.782.201 atau 23,39 persen; Jepang USD 5.156.115 atau 17,78 persen; Amerika Serikat USD 4.805.861; Singapura USD 1.194.000; hingga Italia USD 1.092. (dit/r5)

Topik Menarik