Bukan Hanya Prabowo, Rismon Sianipar Ternyata Mengaku Sempat Disadap
JAKARTA — Kasus penyadapan yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi perhatian publik. Selain Presiden Prabowo Subianto, sejumlah nama juga dikabarkan ikut disadap, salah satunya Rismon Sianipar.
Aktivis Terus Jadi Anti Pembual (Terjal), Luke Susilo mengungkapkan, bahwa dirinya pernah mendengar secara langsung percakapan mengenai penyadapan telepon genggam yang dialami oleh Rismon Sianipar jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik.
Pengalaman tersebut terjadi saat Luke menghadiri sebuah pertemuan tertutup pada Februari 2026 di sebuah restoran di Jakarta. Pertemuan itu dihadiri oleh tim kuasa hukum dan sejumlah tokoh yang tergabung dalam barisan perjuangan terkait polemik ijazah, termasuk Rismon Sianipar, Jamal Darsan, Refly Harun, dan beberapa ahli lainnya.
KPK Minta Nusron Wahid Kooperatif Hadiri Pemeriksaan: Pejabat Publik Harusnya Jadi Teladan
"Waktu itu di lantai tiga area merokok, saya mendengar Bang Jamal Darsan nyeletuk ke Bang Rismon, 'Eh,Rismon, HP-mu disadap loh!'. Kemudian Bang Rismon menjawab, 'Iya, saya tahu HP saya disadap, tapi buat apa juga? Enggak ada duit, enggak ada ininya kok, enggak ada yang aneh-aneh lah intinya begitu'," ujar Luke dikutip, Minggu (8/11/2026).
Luke mengaku awalnya tidak menaruh curiga berlebihan dan menganggap percakapan tersebut sebagai obrolan biasa di antara rekan sesama perjuangan.
Namun, begitu kasus dugaan penyadapan terhadap Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh dan ormas ini ramai diperbincangkan publik, ingatannya langsung kembali pada momen tersebut.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan Rismon Sianipar serta tokoh lain seperti Roy Suryo dan Dr. Tifa masuk dalam lingkaran target penyadapan yang kini beredar di media sosial, Luke menilai hal tersebut sangat mungkin terjadi.
"Semenjak ramai kasus penyadapan ini, apalagi sekarang beredar daftar nama-nama, menurut saya sangat mungkin. Bukan hanya Bang Rismon, tapi juga Mas Roy dan Dr. Tifa juga sangat mungkin untuk disadap," ungkap Luke.
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku dan mendesak pihak berwenang agar segera melakukan pemeriksaan terhadap para korban dugaan penyadapan.
Menurutnya, langkah cepat ini penting agar publik tidak terjebak dalam spekulasi liar dan informasi yang simpang siur.
"Sebaiknya pemeriksaan korban-korban penyadapan ini segera dilakukan agar publik juga tidak menerka-nerka dan menebak-nebak siapa saja yang menjadi target selain presiden," pungkasnya.









