BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Laut Selatan Jawa Timur pada 7–10 November
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 7–10 November 2026.
BMKG melaporkan, pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 4–25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Laut Natuna Utara, dan Samudra Pasifik utara Maluku," tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/11/2026).
Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah wilayah perairan, meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Febrie Adriansyah Didakwa Pemerasan, Paksa Tan Kian Bayar SGD5 Juta Agar Tak Jadi Tersangka
Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terjadi di Samudra Hindia selatan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara, Laut Bali, dan Laut Sumbawa.
Selain itu, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5–4 meter, berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
BMKG mengungkapkan, potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Karena itu, masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengingatkan risiko terhadap sejumlah moda transportasi laut berdasarkan kecepatan angin dan tinggi gelombang, yakni perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang pada 16 knot dan 1,5 meter, serta kapal feri pada 21 knot dan 2,5 meter. Kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, juga diminta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada,” imbau BMKG.









