Fantastis, Penutupan Selat Hormuz Rugikan Uni Eropa Rp2.576 Triliun
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan penutupan Selat Hormuz telah menambah biaya impor bahan bakar fosil Uni Eropa sebesar 127 miliar euro atau setara Rp2.576 triliun. Lonjakan biaya tersebut memperkuat desakannya agar blok itu tetap menjalankan target iklim dan mempercepat transisi menuju energi bersih untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.
"Sejak penutupan Selat Hormuz, impor bahan bakar fosil telah menambah biaya Eropa sebesar 127 miliar euro tanpa tambahan sedikit pun volume energi," kata von der Leyen dalam pidato utama di WinWin Brussels Summit dikutip dari Europa Press, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik PisangIa mengatakan ketergantungan pada impor minyak dan gas membuat Eropa rentan terhadap guncangan harga serta krisis geopolitik. Menurut dia, transisi energi bersih bukan hanya persoalan perlindungan iklim, melainkan juga berkaitan dengan daya saing ekonomi dan kemandirian energi kawasan.
Angka terbaru itu meningkat 21 miliar euro dibandingkan dengan 106 miliar euro yang disampaikan von der Leyen kurang dari tiga pekan sebelumnya. Pada 6 Oktober, ia menyebut tambahan biaya impor bahan bakar fosil mencapai 100 miliar euro di hadapan Parlemen Eropa, sebelum meningkat menjadi 106 miliar euro setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa pada 16 Oktober.
Von der Leyen juga menyatakan harga gas telah naik sekitar 140 sejak akhir Februari, sedangkan harga solar meningkat dua kali lipat. Gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz terjadi sejak perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, sehingga menambah tekanan terhadap pasokan dan biaya energi Eropa.
Di tengah tekanan tersebut, para pemimpin Uni Eropa sebelumnya menyepakati pelepasan 100 juta barel minyak dan solar selama empat bulan. Namun, von der Leyen menegaskan Uni Eropa tetap berkomitmen mengurangi emisi sebesar 90 pada 2040 dan mencapai netralitas iklim pada 2050.Baca Juga:Bank Sentral Global Borong 321 Ton Emas, Rekor Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir
Ia menambahkan, lebih dari 1,2 triliun euro telah diinvestasikan dalam kegiatan berkelanjutan di Uni Eropa sejak 2021. Sistem perdagangan emisi Uni Eropa, menurut dia, telah memangkas emisi di sektor-sektor yang tercakup sekitar 50 ketika perekonomian tumbuh 30, serta menghasilkan pendapatan lebih dari 270 miliar euro.
Komisi Eropa juga tengah mengembangkan bank dekarbonisasi industri yang ditujukan untuk memobilisasi dana 100 miliar euro guna mendukung pengurangan emisi sektor industri. Sementara itu, perkembangan diplomatik terkait konflik Iran masih berlangsung, dengan Teheran menyatakan Washington perlu mengambil langkah berikutnya untuk mencegah eskalasi, sedangkan Presiden AS Donald Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan cukup besar.









