Exit Poll Pemilu Israel Ungkap Netanyahu Kalah, Oposisi: Rakyat Minta Mereka Pergi
TEL AVIV, iNews.id - Hasil exit poll pemilu parlemen Israel menempatkan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam posisi tertinggal dari kelompok oposisi. Dua survei memproyeksikan kubu Netanyahu hanya memperoleh 50 kursi, sedangkan kubu oposisi yang dipimpin mantan Panglima Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Gadi Eisenkot, diperkirakan meraih 52-53 kursi di parlemen Knesset.
Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyebut hasil proyeksi tersebut sebagai kekalahan telak bagi Netanyahu dan sekutu-sekutunya. Dia bahkan menegaskan rakyat Israel telah meminta pemerintahan saat ini untuk pergi.
“Ini adalah keruntuhan total, dan publik telah meminta mereka untuk pergi,” tulis Lapid melalui media sosial X, Rabu (28/10/2026).
Hasil exit poll yang dirilis lembaga penyiaran publik Israel dan Channel 13 memproyeksikan blok Netanyahu memperoleh 50 kursi, sementara kubu Eisenkot meraih 53 kursi. Adapun partai-partai Arab diperkirakan mendapatkan 17 kursi di Knesset.
Sementara itu, Channel 12 memproyeksikan blok Netanyahu memperoleh 50 kursi, kubu Eisenkot meraih 52 kursi, dan partai-partai Arab mendapatkan 18 kursi.
Meski demikian, tidak satu pun blok diproyeksikan meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas di parlemen Israel yang memiliki total 120 kursi.
Lembaga penyiaran publik Israel bahkan menyoroti posisi Netanyahu dalam hasil proyeksi awal tersebut.
“Masih belum jelas siapa yang memenangkan pemilu ini, tetapi sudah ada pihak yang kalah telak, Netanyahu,” tulis lembaga penyiaran tersebut dalam judul unggahannya di media sosial.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu mulai menghubungi para pemimpin partai koalisi setelah hasil proyeksi awal diumumkan. Surat kabar Yedioth Ahronoth juga melaporkan bahwa Partai Likud pimpinan Netanyahu meminta para anggotanya tidak berbicara kepada media massa.
Sementara itu, Gadi Eisenkot, pemimpin partai oposisi Yashar, menilai hasil exit poll tersebut menunjukkan hilangnya kepercayaan publik terhadap Netanyahu dan pemerintahannya.
Jika proyeksi tersebut terkonfirmasi dalam penghitungan suara resmi, Eisenkot menyatakan akan segera mengambil langkah untuk membentuk pemerintahan baru. Salah satu prioritasnya adalah kebijakan wajib militer.
Pemimpin Partai Demokrat Yair Golan juga menyatakan bahwa hasil proyeksi awal mencerminkan penolakan pemilih terhadap pemerintahan Netanyahu.
“Publik telah bersuara. Mereka telah memecat pemerintahan Netanyahu,” kata Golan melalui X.
Dia menambahkan, kelompok oposisi memiliki kesempatan bersejarah untuk membentuk pemerintahan yang membawa perubahan nyata di Israel. Golan juga berjanji bekerja sama dengan para mitra politiknya untuk menjembatani perbedaan di antara mereka.
Exit poll merupakan metode survei yang mengumpulkan sampel jawaban dari pemilih setelah mereka memberikan suara di tempat pemungutan suara. Karena itu, hasilnya masih berupa proyeksi dan belum menjadi hasil resmi pemilu.








