Perpanjangan Kerja Sama TPST Bantargebang Disepakati, Nasib 2 Flyover di Bekasi Masih Menggantung

Perpanjangan Kerja Sama TPST Bantargebang Disepakati, Nasib 2 Flyover di Bekasi Masih Menggantung

Berita Utama | inews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:13
share

JAKARTA, iNews.id - Usulan pembangunan dua flyover di Kemang Pratama dan Simpang Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, belum masuk dalam dokumen perpanjangan kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut, kemampuan fiskal Pemprov DKI menjadi salah satu pertimbangannya.

Tri mengatakan, pembangunan dua jembatan layang tersebut masih menjadi harapan Pemkot Bekasi meski belum tercantum dalam dokumen kesepakatan kerja sama yang diperbarui untuk lima tahun ke depan.

"Jadi ada faktor efisiensi pada saat kemudian jembatan layang itu kemudian bisa dibangun, dan ini masih menjadi harapan tentunya, walaupun tidak termaktub dalam konsep kerja sama MoU yang ada, karena tentu kita melihat kemampuan fiskal dari Pemerintah DKI Jakarta," kata Tri di Balai Kota Jakarta setelah penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang, Senin (26/10/2026).

Meski belum masuk dalam kesepakatan, Tri berharap pembangunan dua flyover tersebut tetap dapat dipertimbangkan dalam penyesuaian kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang ke depan.

Dia menjelaskan, dua lokasi yang diusulkan berada di kawasan Kemang Pratama dan Pasar Bantargebang. Pembangunan flyover dinilai penting untuk mengurai kemacetan di persimpangan sebidang yang selama ini dilalui masyarakat dan kendaraan pengangkut sampah.

"Makanya kita dua jalan ini adalah kita untuk menghindari terkait dengan simpang sebidang, ya, yang satu yang ada di Perumahan Kemang Pratama, yang satu ada di Pasar Bantargebang," tuturnya.

Menurut Tri, pembangunan jembatan layang tidak hanya diharapkan memperlancar mobilitas warga dan perjalanan truk pengangkut sampah dari Jakarta, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional kendaraan.

"Artinya bahwa proses perjalanannya lebih panjang lebih lancar, juga pemakaian terkait dengan BBM pun juga sebetulnya bisa diminimalisasi. Jadi ada faktor efisiensi pada saat kemudian apa, jembatan layang itu kemudian bisa dibangun," ucap Tri.

Usulan pembangunan dua flyover tersebut sebelumnya telah disampaikan Tri dalam pembahasan kerja sama antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta pada Juni 2025.

Saat itu, Tri menyebut pembangunan kedua flyover menjadi salah satu agenda yang dibahas bersama Gubernur DKI Jakarta.

“Ya ini kan tadi saya sudah sampaikan bahwa itu adalah salahsatu agenda yang waktu itu saya bertemu dengan Pak Gubernur,” ujar Tri kepada awak media seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (12/6/2025).

Tri juga memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan masing-masing flyover mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Topik Menarik