Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalimantan, Menhan Sjafrie Apresiasi dan Anugerahkan Tanda Kehormatan

Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalimantan, Menhan Sjafrie Apresiasi dan Anugerahkan Tanda Kehormatan

Berita Utama | inews | Rabu, 30 September 2026 - 16:29
share

MEMPAWAH, iNews.id - Pemerintah Jepang mengakhiri dukungan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan pada Selasa (29/9/2026). Pengakhiran operasi ini diinstruksikan langsung Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi setelah bantuan militer negaranya dinilai berhasil mencegah meluasnya karhutla.

Pengakhiran misi kemanusiaan tersebut ditandai dengan kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, yang dikawal langsung personel Kodim 1201/Mempawah di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Menhan Sjafrie memimpin secara langsung upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel Japan Self-Defense Force (JSDF). Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di atas geladak kapal JS Kunisaki 4003 yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Multi Purpose.

Menhan menegaskan penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian serta kontribusi personel JSDF selama menjalankan misi di Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas kontribusi personel Japan Self-Defense Force dalam kerja sama yang telah dilaksanakan bersama Indonesia. Semangat kerja sama dan persahabatan kedua negara harus terus dijaga dan dikembangkan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan kebencanaan,” kata Sjafrie.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan armada dan personel JSDF yang telah bekerja sama dengan Satgas Udara Indonesia dalam menangani karhutla, khususnya di area lahan gambut.

Sementara Menhan Jepang Shinjiro Koizumi menyampaikan, selama misi berlangsung, tiga unit helikopter jumbo CH-47 Chinook militer Jepang telah melakukan 40 kali operasi pengeboman air (water-bombing) dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air. Dia juga optimistis pihak Indonesia memiliki kapabilitas yang solid untuk melanjutkan pengendalian dan penanganan karhutla mandiri.

Misi yang dimulai sejak 16 September 2026 ini berfokus pada wilayah rawan di Kalimantan Barat, seperti Pontianak dan Ketapang. Bantuan ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai pertama kalinya militer Jepang melakukan operasi pemadaman karhutla dalam misi luar negeri.

Rangkaian armada kapal pengangkut dan helikopter Chinook JSDF sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kure di Prefektur Hiroshima pada 30 Agustus 2026 dan tiba di Pelabuhan Kijing pada 10 September 2026.

Topik Menarik