Terungkap Motif Pengeroyokan Pria di SPBU Barru, Dipicu Persoalan HP dan Asmara

Terungkap Motif Pengeroyokan Pria di SPBU Barru, Dipicu Persoalan HP dan Asmara

Berita Utama | inews | Sabtu, 26 September 2026 - 04:40
share

BARRU, iNews.id - Persoalan handphpone (HP) dan hubungan asmara diduga menjadi pemicu pengeroyokan seorang pria berinisial K (40) di SPBU Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Korban dikeroyok dua pemuda hingga mengalami luka robek dan luka tusuk.

Kasus tersebut bermula dari persoalan HP milik seorang perempuan yang pernah menjalin hubungan dengan korban. Polisi menyebut HP tersebut diduga diambil korban sehingga persoalan berkembang menjadi perselisihan.

Kasi Humas Polres Barru Iptu Adi Wijayah mengatakan, persoalan itu kemudian membuat pihak perempuan bersama salah satu terduga pelaku mendatangi rumah korban untuk mengambil kembali HP tersebut. Pertemuan itu justru berujung percekcokan.

"Motif awalnya, teman perempuan pelaku pernah berpacaran dengan korban. HP teman perempuan pelaku diambil oleh korban sehingga mereka mendatangi rumah korban untuk mengambil kembali HP tersebut," ujar Iptu Adi Wijayah.

Perselisihan belum berakhir. Korban kemudian diduga mengejar salah satu terduga pelaku bersama perempuan yang pernah menjalin hubungan dengannya. Mereka akhirnya bertemu di kawasan SPBU Dusun Data'e, Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Barru, Rabu (23/9/2026).

Di lokasi tersebut, cekcok kembali terjadi hingga berujung penganiayaan. Berdasarkan rekaman CCTV, sejumlah orang terlihat terlibat dalam keributan sebelum korban diduga diserang secara bersama-sama.

Menurutnya, pelaku membawa senjata takam hingga korban mengalami luka robek sekitar lima sentimeter pada lengan kanan serta luka robek dan luka tusuk pada bagian dada kiri.

"Dalam perjalanan, korban kembali memburu pelaku bersama teman perempuannya atau mantan pacarnya. Mereka kemudian ditemukan di wilayah SPBU dan terjadi penganiayaan secara bersama-sama. Ada juga yang menggunakan senjata tajam berupa badik dan parang," katanya.

Usai kejadian, kedua terduga pelaku melarikan diri ke arah Pangkep. Tim URC Resmob Polres Barru kemudian berkoordinasi dengan Tim URC Resmob Pangkep untuk mengejar pelaku.

Pelarian keduanya berakhir di sekitar Jembatan Pute, Jalan Poros Barru-Makassar, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Polisi mengamankan JM (29) dan MNI (26), yang keduanya disebut berasal dari Makassar.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita satu bilah parang beserta sarungnya, dua bilah badik, serta dua unit sepeda motor. Kedua terduga pelaku kini diamankan di Polres Barru.

Polisi masih mendalami motif dan peran masing-masing terduga pelaku dalam pengeroyokan tersebut. Sementara korban masih menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Barru.

Topik Menarik