Gibran Minta Jam Belajar Siswa Disesuaikan usai Asap Karhutla Ganggu Sekolah: Paling Penting Anak-Anak Sehat

Gibran Minta Jam Belajar Siswa Disesuaikan usai Asap Karhutla Ganggu Sekolah: Paling Penting Anak-Anak Sehat

Berita Utama | inews | Jum'at, 11 September 2026 - 12:52
share

PALANGKA RAYA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap mengutamakan keselamatan serta kesehatan siswa. Kondisi udara akibat kabut asap harus menjadi pertimbangan dalam menentukan metode dan waktu pembelajaran.

Gibran menyampaikan hal tersebut setelah meninjau SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, dia menyoroti kesiapan sekolah menghadapi kondisi lingkungan yang terdampak karhutla. Perlindungan terhadap anak sebagai kelompok rentan dinilai perlu menjadi bagian dari penanganan kabut asap.

Gibran meminta sekolah dan pemerintah daerah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi udara serta kesehatan siswa. Penyesuaian diperlukan jika kualitas udara memburuk dan berisiko mengganggu kesehatan anak.

“Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa. Kalau kondisi memburuk, sekolah dan pemerintah daerah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar,” kata Gibran dalam keterangannya Jumat (11/9/2026).

Selain penyesuaian pembelajaran, dia meminta sekolah memperkuat perlindungan kesehatan siswa. Salah satunya dengan mengoptimalkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta meningkatkan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar sekolah.

“Aktifkan UKS dan kolaborasikan dengan puskesmas terdekat, agar siswa yang sakit bisa segera tertangani,” ujarnya.

Gibran juga mendorong sekolah memberikan edukasi kepada siswa dan masyarakat mengenai cara melindungi diri selama kabut asap. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas yang berisiko terhadap kesehatan perlu diperhatikan selama kondisi udara terdampak karhutla.

Topik Menarik