Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kemenkes Siapkan Nebulizer hingga Obat Tetes Mata di Puskesmas

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kemenkes Siapkan Nebulizer hingga Obat Tetes Mata di Puskesmas

Berita Utama | inews | Minggu, 6 September 2026 - 12:18
share

JAKARTA, iNews.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sejumlah peralatan dan obat di Puskesmas untuk menangani keluhan kesehatan masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pada tiga bagian tubuh, yakni saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat yang mulai mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Kalau sudah merasa tidak enak pernapasannya, segera ke Puskesmas terdekat karena kami sudah men-display alat-alat seperti nebulizer dan juga oksigen konsentrator," ujar Budi dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Puskesmas Siapkan Nebulizer dan Oksigen

Untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik, Puskesmas telah dibekali nebulizer dan oksigen konsentrator.

Masyarakat yang mengalami keluhan pada pernapasan setelah terpapar abu diminta tidak menunggu hingga kondisinya memburuk. Pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas terdekat agar keluhan segera mendapatkan penanganan.

"Kalau ternyata sudah sakit, ya segera ke Puskesmas," ujar Budi.

Obat Tetes Mata Disiapkan

Kemenkes juga mengantisipasi gangguan kesehatan pada mata akibat abu vulkanik.

Jika abu masuk ke mata dan menimbulkan rasa gatal atau iritasi, masyarakat diimbau tidak mengucek mata. Mata dapat dibersihkan menggunakan air secara hati-hati.

Jika keluhan berlanjut atau membutuhkan penanganan, warga dapat mendatangi Puskesmas.

Menkes Budi memastikan obat untuk menangani keluhan mata telah disiapkan di fasilitas kesehatan.

"Semua Puskesmas sudah kami kasih obat tetes mata," kata Budi.

Salep Kulit Juga Disiapkan

Paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan keluhan pada kulit. Masyarakat yang mengalami gatal-gatal atau rasa tidak nyaman setelah terkena abu dapat memeriksakan diri ke Puskesmas.

Kemenkes akan menyuplai salep kulit ke Puskesmas untuk membantu menangani keluhan tersebut.

Menkes Budi juga meminta masyarakat yang baru kembali dari luar rumah segera membersihkan tubuh menggunakan air. Proses pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati karena abu vulkanik dapat mengandung partikel yang tajam dan berpotensi mengiritasi kulit.

Kemenkes Aktifkan Pusat Operasi Kesehatan

Selain memperkuat kesiapan Puskesmas, Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di daerah-daerah terdampak erupsi.

Kemenkes juga akan menerbitkan surat edaran yang berisi panduan bagi tenaga kesehatan di wilayah terdampak untuk menghadapi potensi keluhan kesehatan akibat abu vulkanik.

Di sisi lain, masyarakat diminta sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, warga dianjurkan menggunakan perlindungan seperti masker dan kacamata.

Menkes mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap segera mencari pertolongan apabila mulai mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.

Topik Menarik