Prodi Biologi UNJ Ajarkan Biosekuriti pada Peternak Domba dan Petani Linggajati, Termasuk Manfaatkan Drone

Prodi Biologi UNJ Ajarkan Biosekuriti pada Peternak Domba dan Petani Linggajati, Termasuk Manfaatkan Drone

Berita Utama | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:38
share

Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.Mereka secara khusus mengajarkan penerapan biosekuriti kepada komunitas peternak domba dan petani, termasuk dengan memanfaatkan drone komersial.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 31 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 120 warga masyarakat Desa Linggajati. Topik kegiatan P2M terdiri dari tiga topik, yang diusung Ketua Tim Dr. drh. Atin Supiyani, M.Si., Mohamad Isnin Noer, M.Si., dan Rizky Priambodo, M.Si.

Baca Juga: Dosen UNJ Hadirkan Pelatihan Psikoedukasi untuk Orang Tua Anak Penyandang Hemofilia

Menurut Atin Supiyani, kegiatan ini bagian dari upaya untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 mengenai Pekerjaan Layak dan Kehidupan Sehat. Kegiatan berfokus pada penerapan sistem biosekuriti berdampak serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) tepat guna untuk menyehatkan lingkungan kandang dan ternak domba.

 

"Kesehatan ternak dan kesehatan peternak adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan (one health). Jika lingkungan kandang bersih dan bebas dari bibit penyakit, maka kualitas hidup peternak juga akan meningkat," ujar Atin.

Sebagai solusi praktis dan terjangkau, tim mengenalkan inovasi pemanfaatan ekstrak sereh dan daun sirih sebagai bahan utama pembuat desinfektan kandang serta sabun cuci tangan alami. Kandungan aktif dalam sereh dan daun sirih terbukti secara ilmiah memiliki keunggulan multi-fungsi, antara lain sebagai antibakteri, antiparasit, serta aman bagi lingkungan, karena tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada ternak maupun peternak. Sedangkan topik yang disampaikan Mohamad Isnin Noer, M.Si memaparkan pengenalan pemanfaatan drone komersial untuk mendukung analisis pertanian, khususnya dalam mendeteksi kondisi kesehatan tanaman dan defisiensi pupuk.

Sebagian besar peserta telah mengetahui drone serta pemanfaatannya dalam bidang pertanian. Namun, masih relatif sedikit masyarakat yang memahami bahwa citra dari drone, khususnya drone RGB komersial, dapat dianalisis untuk membantu mengidentifikasi perubahan kondisi vegetasi yang berkaitan dengan kesehatan dan kecukupan nutrisi tanaman.

Dilakukan pula kunjungan langsung ke salah satu lahan ubi jalar milik masyarakat. Selain pengenalan teknologi, diskusi juga mengungkap tantangan budidaya yang dihadapi petani, salah satunya adalah overintensifikasi pemupukan yang berpotensi menyebabkan penurunan pH tanah.

”Melalui teknologi drone, diharapkan petani dapat memperoleh informasi yang lebih tepat untuk mendukung pengelolaan pupuk dan meningkatkan efisiensi budidaya,” ujar Mohamad.

Topik terakhir yang disampaikan bagi peternak dan petani Desa Linggajati adalah tentang pemanfaatan daun ubi jalar sebagai limbah pascapanen ubi jalar serta pemanfaatan serai sebagai tanaman sela. Topik tersebut disampaikan oleh Rizky Priambodo, M.Si.Implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), adalah dengan melakukan inovasi dan diversifikasi produk untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Linggajati. Salah satunya adalah dengan mengolah daun ubi jalar menjadi minuman herbal.

Daun ubi jalar merupakan bagian tanaman ubi jalar yang selama ini kurang diperhatikan dalam kegiatan pertanian, padahal secara nutrisi daun ini memiliki kandungan gizi yang tinggi antara lain protein, serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan signifikan.

”Pemanfaatan daun ubi jalar diharapkan juga mampu menekan limbah organik yang dihasilkan pascapanen ubi jalar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para petani dan peternak mampu memberikan diversifikasi produk dari daun ubi jalar, sehingga mampu meningkatkan nilai jual dari daun ubi jalar,” ujar Rizky

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Linggajati, Unang Unarsan. ”Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Biologi dan Pendidikan Biologi FMIPA UNJ ini memiliki dampak yang besar bagi masyarakat. Saya berharap bahwa kegiatan seperti ini dan kerja sama dengan pihak UNJ dapat terus tercipta keberlanjutan di masa yang akan datang," kata Unang.

Topik Menarik