Audrey Bianca Ungkap Dukungan sang Ibu Jadi Fondasi Kuat Berjuang di Miss World 2026
TANGERANG, iNews.id — Langkah besar Audrey Bianca mengharumkan nama bangsa di panggung kecantikan dunia dimulai. Miss Indonesia 2025 ini bertolak ke Vietnam melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Keberangkatannya menjadi penanda dimulai perjuangan maraton Audrey dalam ajang Miss World 2026 yang berlangsung hingga malam puncak pada 5 September 2026.
Di balik kesiapan dan kilau pesonanya sebelum melangkah ke pesawat, Audrey menyimpan banyak cerita emosional selama masa persiapan. Perjalanan panjang selama lebih dari satu tahun menuju panggung internasional tidak dilaluinya seorang diri.
Sang mama menjadi sosok sentral tempatnya menumpahkan segala keluh kesah, keraguan, hingga asa yang ia simpan. Audrey mengungkapkan betapa pentingnya peran sang ibu yang selalu menjadi tempatnya bersandar selama masa gemblengan fisik dan mental yang menguras energi.
"Jadi dalam persiapan hampir 13 bulan ini untuk menuju Miss World, tentu saja saya banyak sekali curhat ke mama. Karena mama merupakan tokoh utama saya dalam hidup saya. So, mau itu good things or bad things, I always tell her everything," ujar Audrey saat diwawancarai di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jumat (7/8/2026).
Keteguhan mental Audrey untuk bersiap dalam ajang Miss World ini tak lepas dari pesan-pesan bijak yang selalu ditanamkan oleh sang ibunda sejak kecil. Wejangannya menjadi fondasi berpikir dan memantapkan langkahnya dalam membawa misi Beauty with a Purpose ke ajang dunia.
"My mom always said to me ever since I grew up bahwa aku harus selalu kejar apa yang aku inginkan. I have to work for it sampai you feel that meskipun susah, we have to keep going. Dan menurut saya ini sangat sejalan dengan Beauty with a Purpose aku, yaitu ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’," ujar Audrey.
Dia merefleksikan nilai kepasrahan dan kerja keras yang dipelajari dari sang ibu dalam menyikapi kompetisi ketat di Miss World kelak. Pada intinya, sang mama selalu mengajarkan untuk selalu berusaha dalam hal apapun. Jika memang hal tersebut tidak tercapai maka tuhan selalu memiliki rencana lebih baik dari hal tersebut.
"Karena dari semua kesusahan pasti ada kemudahan, because if we work hard for it, we will get what we wish for. And misalkan if we don't get what we wish for, kita udah berusaha sangat-sangat keras, that means itu bukan rezeki kita. Kalau apa yang kita kejar ternyata bukan menjadi milik kita, Tuhan tahu bahwa ada yang lebih baik untuk kita. Jadi apapun yang saya kerjakan, saya tahu kalau saya dapat, alhamdulillah, kalau tidak, there's something so much better for me out there," ujar Audrey.
Kehangatan ikatan antara ibu dan anak ini juga dirasakan betul oleh sang ibunda, Kristina Dartiani. Menjelang hari keberangkatan, Kristina menceritakan dinamika emosional dan dinamika jadwal yang mewarnai hari-hari terakhir sang putri di Tanah Air, termasuk perubahan jadwal penerbangan yang sempat membuat keluarga terkejut.
"Sering sih, sering curhat. Kalau dulu kan kayak ‘Oh, masih lama’ tapi makin ke sini udah besok aja (berangkat). Terus kan sempat ada perubahan dari maskapai juga, jadi yang tadinya tanggal 9 terus dimajuin sama Garudanya. Jadi kayak kaget yang tadinya kita Sabtu masih mau ke mana dulu, main dulu," kata Kristina.









