DPR Desak Kemenkes Investigasi hingga Sanksi Para Nakes yang Bully Pasien BPJS

DPR Desak Kemenkes Investigasi hingga Sanksi Para Nakes yang Bully Pasien BPJS

Berita Utama | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:03
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini merespons terkait meninggalnya Yurizal, seorang pasien BPJS Kesehatan yang sempat viral di media sosial. Kasus ini memicu gelombang kritik publik setelah sejumlah tenaga kesehatan (nakes) memberikan komentar yang tidak berempati terhadap keluhan almarhum yang kesulitan mendapatkan ruang perawatan.

Yahya mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menginvestigasi kasus ini. Dia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan sejumlah poin penekanan kepada pihak rumah sakit dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

"Pertama, saya menyatakan ikut berduka cita atas meninggalnya pasien tersebut. Kedua, para nakes dan tenaga medis harus memberikan layanan terbaik kepada setiap pasien, termasuk pasien BPJS Kesehatan," kata Yahya kepada wartawan, dikutip Kamis (6/8/2026).

Dia juga menyoroti kendala teknis di lapangan yang berdampak fatal bagi pasien. Menurut dia, lamanya pasien menunggu perawatan menunjukkan buruknya pelayanan rumah sakit tersebut terhadap pasien yang memerlukan pelayanan secara cepat.

Lebih lanjut, Yahya mendesak Kemenkes untuk mengambil langkah konkret dan tegas terhadap oknum nakes yang mencederai etika profesi. 

"Kemenkes harus memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis yang tidak berempati kepada pasien apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan," ujar dia.

Mengenai kasus yang menimpa Yurizal, legislator Partai Golkar itu meminta adanya transparansi investigasi. 

"Kemenkes harus melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana yang tidak memberikan pelayan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik," katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya komentar negatif dan nirempati yang dilakukan nakes. 

“Kemenkes menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis/tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya yang sedang menjalani pelayanan kesehatan,” kata Aji saat dihubungi iNews.id, dikutip Kamis (6/8/2026).

Dia menilai, seharusnya nakes maupun pihak lainnya bisa mengedepankan empati dalam berkomunikasi khususnya di media sosial. Apalagi jika hal itu berkaitan dengan peristiwa di tengah masyarakat.

“⁠Kami mengimbau sebaiknya kita semua mengedepankan empati dan komunikasi yang baik dalam menanggapi sebuah peristiwa di masyarakat. Pada konteks ini harus bijak dalam bermedia sosial. Hal ini juga merupakan bagian dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan,” ucap dia.

Topik Menarik