Prabowo Perintahkan Bahlil segera Atasi Pemadaman Listrik di Kalimantan

Prabowo Perintahkan Bahlil segera Atasi Pemadaman Listrik di Kalimantan

Berita Utama | idxchannel | Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:24
share

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Prabowo pun menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama PLN segera menyusun langkah yang terukur agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin.

Hal itu diungkapkan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026). 
 
“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Di dalam pembahasan itu, salah satu di antaranya kami bahas adalah persoalan PLN, ya. Persoalan listrik yang kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman-pemadaman beberapa titik,” kata Bahlil. 
 
Bahlil memastikan pemerintah telah mengambil langkah konkret bersama PLN untuk mengakhiri gangguan pasokan listrik yang dikeluhkan masyarakat.

Diketahui, gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebelumnya dipicu terganggunya sejumlah pembangkit listrik utama yang secara bersamaan menjalani perbaikan.
 
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng Iwan Soelistijono pun telah menjelaskan, salah satu penyebabnya berasal dari PLTU SLK Gunung Mas di Kalimantan Tengah. Dari dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 100 megawatt (MW), satu unit masih mengalami gangguan dan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026.
 
Sementara itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong telah kembali mengoperasikan Unit 2 berkapasitas 100 MW sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target semula.
 
Adapun di PLTU Asam-Asam Kalimantan Selatan, proses pemulihan masih berlangsung. Unit 3 berkapasitas 54 MW masih dalam tahap perbaikan, sementara Unit 2 juga belum kembali beroperasi.
 
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin juga optimistis pemadaman bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026, seiring bertambahnya kapasitas pembangkit yang kembali masuk ke sistem. 

“Insyaallah mulai awal Agustus kita tidak ada pemadaman, tetapi kita masih siaga,” kata Muhidin.
 
Meski demikian, dia memperkirakan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah baru akan pulih sepenuhnya setelah seluruh proses perbaikan di PLTU Asam-Asam rampung pada akhir Agustus 2026.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik