Gantikan LPG, Uji Coba CNG Akan Dilaksanakan pada Agustus 2026
IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menggelar uji coba Compressed Natural Gas (CNG) untuk penggunaan rumah tangga dengan ukuran tabung 3 kilogram (kg) pada Agustus 2026. Kehadiran CNG akan menggantikan penggunaan gas Liquiefied Natural Gas (LPG) yang mayoritas diimpor.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman mengatakan, saat ini progres kebijakan CNG masih dalam tahap uji coba memasukkan gas ke dalam tabung. Proses ini ditargetkan rampung pada akhir bulan Juli 2026.
"Kita masih bahas skemanya seperti apa, tapi yang jelas uji cobanya bulan depan oinsyaallah," ujar Laode saat ditemui disela-sela acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Laode mengatakan, salah satu wilayah yang akan mendapatkan distribusi tabung CNG uji coba 3 kg adalah Jawa Barat, terutama kota-kota besar di provinsi tersebut yang saat ini masih paling banyak menggunakan gas LPG 3 kg. "Uji cobanya di kota-kota besar dulu ya, mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu," katanya.
Sebelumnya Laode memastikan, masyarakat tidak perlu membeli tabung baru untuk beralih menggunakan CNG ukuran 3 kg. Pasalnya, tabung CNG akan menjadi aset badan usaha dalam hal ini PT Pertamina (Persero), dan tidak untuk diperjualbelikan.
"Tabungnya-tabungnya (CNG), itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar (isi tabung CNG) saja," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).
Laode menjelaskan, pendistribusian tabung CNG juga tidak akan berbeda jauh dengan skema yang sudah berjalan menggunakan LPG 3 kg. Sehingga tetap akan ada pangkalan pengisian tabung CNG hingga agen penyalur tabung CNG.
"Kan memang polanya ini nanti mengikuti pola LPG, di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Jadi, maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG," pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)








