Kursi Gibran Tak Lagi Sejajar dengan Prabowo di Sidang Kabinet, Ini Penjelasan Istana

Kursi Gibran Tak Lagi Sejajar dengan Prabowo di Sidang Kabinet, Ini Penjelasan Istana

Berita Utama | okezone | Selasa, 21 Juli 2026 - 16:04
share

JAKARTA - Istana buka suara terkait perubahan tata letak kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang tidak lagi sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna, pada Senin 20 Juli 2026.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara tersebut, kursi Gibran ditempatkan di sisi kanan depan Prabowo. Posisi itu sejajar dengan kursi para menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Berbeda dengan Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada Jumat, 13 Maret 2026, di lokasi yang sama. Saat itu, kursi Gibran ditempatkan sejajar dengan Prabowo. Gibran yang mengenakan kemeja putih duduk berdampingan di sisi kiri Prabowo yang mengenakan safari cokelat.

"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang perlu dikhawatirkan," tegas Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

 

Prasetyo menjelaskan, Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Prabowo pada 20 Juli 2026 merupakan rapat rutin untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan selama semester pertama tahun ini. Menurutnya, sidang tersebut dimanfaatkan Prabowo untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program prioritas, sekaligus memberikan arahan guna mempercepat pencapaian target pemerintah pada semester kedua.

 

Dalam kesempatan itu, kata Prasetyo, Prabowo juga memaparkan berbagai capaian pemerintahan selama sekitar 20 hingga 21 bulan memimpin. Ia mengatakan, perubahan tata letak kursi dilakukan karena kebutuhan teknis penyampaian materi.

Menurut Prasetyo, Prabowo menggunakan teleprompter untuk menyampaikan paparan yang memuat banyak data dan informasi, sehingga posisi duduk disesuaikan dengan menempatkan Prabowo di tengah ruangan. Ia menegaskan, perubahan tata letak tersebut murni didasarkan pada pertimbangan teknis dan tidak memiliki makna lain.

Prasetyo juga membantah anggapan bahwa perubahan posisi kursi mencerminkan ketidaksejajaran antara Presiden dan Wakil Presiden. Ia menegaskan hubungan keduanya tetap solid dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih fokus menjalankan program pemerintah.

"Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi sekarang sedang kompak-kompaknya. Semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, menjalankan program kerja dan prioritas nasional semata-mata untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Prasetyo.

"Dan tentu kita menyadari masih banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat maupun bangsa ini. Jadi tidak ada sama sekali," pungkasnya.
 

Topik Menarik