Terungkap! Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga jadi Korban Bullying Bertahun-tahun

Terungkap! Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga jadi Korban Bullying Bertahun-tahun

Berita Utama | inews | Kamis, 16 Juli 2026 - 13:23
share

PADANG, iNews.id - Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus ledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Pelajar berinisial R (17) yang diduga membawa dan meledakkan bom rakitan disebut telah menjadi korban bullying sejak duduk di kelas 2 SMA.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, R mengalami perundungan dari teman-temannya dalam waktu yang cukup lama. Saat ini, R diketahui telah duduk di kelas 3 SMA.

“Karena si anak dari duduk kelas 2 dia sudah dibully. Sekarang dia sudah kelas 3. Sejak pertama duduk di kelas 2, dia sudah dibully sama teman-teman kelasnya,” kata Susmelawati saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).

Polisi menduga tekanan yang terus dialami pelajar tersebut berdampak pada kondisi psikologisnya. Dugaan itu masih menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan penyidik untuk mengungkap latar belakang aksi yang menggegerkan lingkungan sekolah tersebut.

“Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam,” ujar dia.

Insiden ledakan terjadi pada Selasa (14/7/2026) di lingkungan MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan ledakan.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri memastikan sumber ledakan berasal dari bom rakitan berkekuatan rendah atau low explosive. Dari beberapa bom rakitan yang diduga dibuat pelajar tersebut, hanya satu yang sempat meledak di area sekolah.

"Dari beberapa bom rakitan yang dibuat hanya satu meledak (low explosive) di samping kelas,” kata Jubir Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, Rabu (15/7/2026).

Hasil pemeriksaan awal juga mengungkap pelajar tersebut mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet. Selain itu, dia mengaku terinspirasi oleh kasus bom di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada 2025.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025,” ujar dia.

Mayndra menambahkan, perangkat peledak diduga dirakit sendiri menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring dan dibuat di rumah tanpa diketahui orang tuanya. Penyidik juga masih mendalami pengakuan pelajar tersebut yang mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," ungkap Mayndra.

Topik Menarik