Sebut Namanya Dicatut di Komentar Viral Media Sosial, Natalius Pigai: Itu Hoaks!
JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan klarifikasi terkait sejumlah pernyataan yang mengatasnamakan dirinya di media sosial. Dalam konferensi pers pada Senin (29/6/2026), Pigai menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut bukanlah berasal dari dirinya.
Ia meminta masyarakat untuk hanya memercayai pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial resminya atau yang disampaikan langsung melalui konferensi pers kepada awak media. Pigai mengatakan, namanya sering dikaitkan dengan berbagai komentar yang sebenarnya tidak pernah ia sampaikan ke publik.
Beberapa di antaranya adalah tanggapan soal perang Iran-Israel, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga yang terkini mengenai kasus pelaku penyekapan di Bandung bernama Taufik Hidayat.
"Di berbagai media sosial, di Instagram, YouTube, Twitter (X), itu sering kali muncul 'Menteri HAM berkomentar' terkait Israel. Saya tidak pernah komentar soal Israel. Terkait Iran, saya tidak pernah komentar soal Iran. Terkait MBG dihukum mati, saya tidak pernah kasih komentar. Terkait (Taufik) Hidayat di Bandung, saya tidak pernah kasih komentar," ujar Pigai.
Ia memastikan hampir seluruh pernyataan yang beredar di luar akun media sosial resminya maupun konferensi pers resmi merupakan hoaks. Pigai juga mengungkapkan bahwa unggahan informasi palsu tentang dirinya tersebut bahkan telah ditonton oleh jutaan orang.
"Bahkan yang soal (Taufik) Hidayat di Bandung itu sudah saya lihat ditonton sekitar berapa juta orang. Itu seakan-akan saya kasih komentar," katanya.
Meski begitu, Pigai memilih untuk tidak menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu tersebut. Ia justru mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Pigai mengatakan, menyebarkan berita bohong sama saja dengan merendahkan martabat diri sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak publik untuk mengutamakan penyampaian kebenaran.
"Marilah budayakan untuk menyampaikan kebenaran. Karena kalau kita menyebarkan berita bohong, itu sama dengan merendahkan martabat diri kita sendiri. Kita menjadi seorang penipu karena melakukan pembohongan publik dengan merekayasa kata-kata orang lain," tuturnya.
"Bagi saya, saya tidak akan pernah memproses hukum. Biarkan saja, silakan sesuka-sukanya, tapi sebaiknya yang bermartabat," pungkas Pigai.









