Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Forum diskusi publik masyarakat dan pemilik hak adat wilayah Desa Nifasi, Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah digelar di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Diskusi membahas tentang pemberian bantuan kesehatan, pendidikan, hingga penyaluran rumah melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) demi kemajuan warga.
Forum diskusi digelar untuk menjalin hubungan antara perusahaan dengan masyarakat, terutama membahas program-program ke depan yang bisa bermanfaat bagi warga. Khususnya dari segi kesehatan, pendidikan, dan penyaluran rumah bagi warga yang belum mendapatkan rumah ataupun bedah rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni.
Baca juga: Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Forum diskusi tersebut dihadiri perwakilan masyarakat dari Kepala Suku Nifasi Aser Monei, tokoh adat perempuan Yantris Monei, dan tokoh adat Desa Nifasi Dominggus Monei. Selain itu juga dihadiri Chairman PT Kristalin Group Arif Budi Setiawan, Dirut Kristalin Ekalestari Andito Prasetyowan, dan Humas Maria Erari.
Dalam pertemuan ini, pihak perusahaan ke depan akan tetap konsisten membantu warga melalui program-program CSR.
Perwakilan masyarakat Desa Nifasi, Yantris Monei dalam diskusi itu sempat menyayangkan adanya oknum yang mengaku-aku sebagai masyarakat di wilayahnya itu untuk melakukan protes terhadap perusahaan yang sudah terjalin dengan baik dan harmonis, yang mana itu bisa berdampak negatif bagi masyarakat asli.
Baca juga: Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Mereka sebagai pemilik hak ulayat akan terus mendukung perusahaan tersebut dalam membantu masyarakat daerahnya.
"Tentu dengan cara-cara protes yang mengaku masyarakat Papua, terutama Papua Tengah sangat merugikan. Tentu akan kami temui warga yang mengaku-ngaku, bahkan memfitnah dan mengadu domba di wilayah kami yang damai dan rukun," kata Yantris Monei, dikutip Sabtu (27/6/2026).









