Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam, menilai pemerintah perlu segera mengevaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menyusul turunnya harga minyak dunia hingga sekitar 4 dalam perdagangan pada Senin, 15 Juni 2026. Sebab masyarakat berhak merasakan manfaat langsung dari membaiknya kondisi pasar energi global.
"Maka ketika perang mereda, Selat Hormuz kembali aman, dan harga minyak dunia turun, rakyat juga menuntut hal yang sama, manfaatnya harus segera dirasakan," kata Mufti Anam, Sabtu (20/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Mufti Anam menanggapi kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, setelah harga minyak dunia mengalami pelemahan seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Pedagang Hewan Kurban di Jakarta Dilarang Jualan di Trotoar, Pramono: Jangan Ganggu Publik
Menurut Anam, selama ini masyarakat selalu diminta memahami kebijakan pemerintah ketika harga BBM mengalami kenaikan akibat melonjaknya harga minyak dunia. Karena itu, saat harga minyak turun, masyarakat juga berhak memperoleh manfaat dari kondisi tersebut.Legislator PDI Perjuangan itu mengingatkan pemerintah agar tidak menerapkan standar yang berbeda dalam menentukan kebijakan energi. "Jangan sampai logikanya hanya berlaku satu arah. Saat harga minyak naik, harga BBM cepat menyesuaikan, tetapi saat harga minyak turun, yang muncul justru berbagai alasan untuk menunda penyesuaian," ucapnya.
Lihat video: MINYAK DUNIA ANJLOK! Harga BBM Pertamax Bakal Turun?
Anam menegaskan harga BBM memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat karena berpengaruh pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi hingga daya beli masyarakat.
Menurut Anam, penyesuaian harga BBM tidak hanya berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga memengaruhi tarif transportasi, biaya logistik, harga pangan, biaya produksi UMKM, serta aktivitas ekonomi masyarakat secara umum. "Oleh karena itu, pemerintah dan Pertamina harus segera mengevaluasi harga BBM secara transparan. Jika memang ruang penurunan sudah tersedia, jangan ditunda," ujarnya.
Anam menilai masyarakat tidak boleh hanya menjadi pihak yang menanggung dampak ketika terjadi gejolak ekonomi global, namun tidak ikut menikmati manfaat saat situasi mulai membaik.
"Rakyat tidak boleh terus menjadi pihak yang pertama menanggung dampak gejolak global, tetapi terakhir menikmati manfaat ketika keadaan membaik," ungkapnya.
Anam berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang berpihak kepada masyarakat dengan melakukan evaluasi harga BBM secara terbuka dan berdasarkan kondisi pasar yang berlaku, sehingga manfaat dari penurunan harga minyak dunia dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat.









