Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Israel Larang Wartawan Rilis Video Rudal Iran Seliweran di Langit

Berita Utama | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 05:07
share

TEL AVIV, iNews.id - Israel melarang wartawan dan media memublikasikan video yang memperlihatkan rudal Iran seliweran di langit maupun rekaman sistem pertahanan udara yang mencegat serangan tersebut. Kebijakan itu merupakan bagian dari aturan sensor baru yang diberlakukan militer Israel di tengah memanasnya konflik dengan Iran sejak Minggu (7/6/2026).

Selain melarang publikasi video, otoritas sensor militer Israel juga meminta jurnalis tidak memberitakan secara rinci dampak serangan rudal Iran terhadap fasilitas militer dan strategis. Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran resmi yang dikirim kepada media-media di dalam negeri.

Dalam surat itu, para wartawan dilarang memublikasikan informasi mengenai rudal Iran yang menghantam fasilitas militer Israel. Mereka juga diwajibkan mematuhi instruksi khusus terkait pelaporan setiap serangan yang dilakukan Iran maupun kelompok Hizbullah ke wilayah Israel.

“Jangan memublikasikan jumlah pasti rudal yang diluncurkan dalam setiap serangan. Anda dapat menggunakan istilah umum seperti rudal yang tersebar atau belasan, tetapi bukan angka persis,” demikian bunyi salah satu instruksi dalam surat edaran tersebut.

Otoritas sensor juga melarang media memberitakan rudal yang jatuh sebelum mencapai sasaran atau yang jatuh di sepanjang lintasannya. Sebagai gantinya, jurnalis diminta hanya melaporkan bahwa rudal tersebut gagal mencapai target.

Selain itu, sensor militer memerintahkan agar tidak ada informasi yang dipublikasikan terkait rudal yang mendarat di fasilitas militer, lokasi strategis, maupun area laut yang memiliki nilai keamanan penting bagi Israel.

Aturan lain yang menjadi sorotan adalah larangan memublikasikan video yang menunjukkan rudal pencegat Israel mengenai sasaran di udara. Langkah ini dinilai sebagai upaya membatasi informasi yang dapat dimanfaatkan pihak lawan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pertahanan udara Israel.

Ini bukan kali pertama Israel menerapkan sensor ketat terhadap pemberitaan perang. Sebelumnya, pemerintah juga melarang publikasi foto maupun video yang memperlihatkan kerusakan di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan sensor tersebut bertujuan menjaga kerahasiaan informasi militer di tengah konflik yang sedang berlangsung. Mereka juga menyoroti bahwa angka korban dan kerugian material yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah Israel kemungkinan lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Topik Menarik