Kemenkes Keluarkan Peringatan Bahaya Kemarau Panjang di Juni 2026!

Kemenkes Keluarkan Peringatan Bahaya Kemarau Panjang di Juni 2026!

Berita Utama | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 12:47
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan bahaya kemarau panjang yang akan terjadi di Indonesia pada Juni 2026. Anak-anak hingga lansia diminta waspada. 

Menurut laporan Kemenkes, musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia. Periode musim kemarau panjang ini dimulai sejak April hingga Juni ini. 

"Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polusi udara, dan munculnya berbagai penyakit yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan lingkungan," ungkap Kemenkes dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026). 

"Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau," tambah Kemenkes. 

Dalam laporannya, Kemenkes menyebutkan beberapa dampak kesehatan dari musim kemarau. Apa saja? 

Kemenkes menegaskan bahwa musim kemarau bukan hanya soal cuaca panas, tapi juga udara yang memburuk dan berkurangnya ketersediaan air bersih. Itu semua dapat memengaruhi kesehatan masyarakat secara langsung. 

Berikut ini gangguan kesehatan yang bisa terjadi akibat musim kemarau panjang:

1. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD dan malaria

2. Penyakit yang muncul jika kualitas air (sanitasi) menurun, seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis

3. Penyakit akibat polusi udara seperti iritasi mata, ISPA, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya

4. Penyakit akibat panas, seperti dehidrasi ekstrem dan heat stroke

"Kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan itu antara lain anak-anak, orang dengan penyakit penyerta, ibu hamil, hingga lansia," ungkap Kemenkes. 

Menjadi pertanyaan sekarang, apa upaya perlindungan diri yangbisa dilakukan saat musim kemarau? 

Kemenkes menyarankan agar masyarakat melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini:

- Cek kualitas udara secara berkala
- Gunakan masker saat kualitas udara memburuk
- Perbanyak minum air putih dan hindari alkohol atau kafein
- Hindari asap rokok dan sumber polusi lainnya
- Kurangi aktivitas luar ruangan saat udara buruk dan tutup ventilasi saat polusi tinggi
- Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat
- Melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan 3M plus
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul keluhan pernapasan

"Jika mengalami keluhan kesehatan atau kondisi tubuh yang menurun, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat," saran Kemenkes.

Topik Menarik