TNI AD soal Film Pesta Babi: Kami Tak Antikritik tapi Kritik Harus sesuai Fakta Lapangan
JAKARTA, iNews.id - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menyatakan pihaknya tidak antikritik. Namun, dia menegaskan pentingnya kritik berdasarkan data dan fakta lapangan.
Hal itu dia sampaikan merespons sejumlah narasi negatif terhadap TNI dalam film dokumenter Pesta Babi.
"Kami tidak antikritik, tetapi kritik juga dibangun di atas data, keseimbangan, dan fakta lapangan," kata Donny kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Dia meminta publik tidak terjebak unsur artistik film dan menekankan pentingnya objektivitas dan keseimbangan informasi dalam film yang dimaksud.
Donny kemudian mengutip salah satu pernyataan kepala suku di Papua yang mengungkapkan kinerja TNI selama bertugas di daerahnya.
"Logikanya, seorang kepala suku yang bernama Pak Manu pernah diundang podcast bersama Bobon Santoso. Dalam podcast tersebut, kepala suku menyatakan bahwa TNI betul-betul untuk masyarakat selama bertugas di sana," ujarnya.
Polisi Benarkan Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polres Jaksel Dugaan Penganiayaan ART
"Kami menghormati kebebasan berekspresi dan kebebasan berkarya dalam demokrasi. Tetapi, setiap produk informasi juga memiliki tanggung jawab moral agar tidak membangun stigma kebencian ataupun distorsi terhadap institusi negara," sambung dia.
Sebelumnya, pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate pada Selasa 12 Mei 2026, dibubarkan aparat TNI.
Acara tersebut dibubarkan setelah panitia sempat berdebat dengan oknum anggota TNI yang hadir ke lokasi.





