Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?

Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?

Berita Utama | inews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:36
share

WASHINGTON, iNews.id - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Tulsi Gabbard, mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (22/5/2026). Pengunduran diri sosok penting bagi keamanan nasional AS itu terbilang mengejutkan karena berlangsung di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Meski demikian pengunduran diri Gabbard tak terkait situasi geopolitik, termasuk seputar kerenggangan hubungan dengan Presiden Donald Trump, melainkan keluarga. Gabbard ingin fokus mendampingi suami yang didiagnosis mengidap kanker.

“Sayangnya, saya harus mengajukan pengunduran diri, efektif 30 Juni 2026. Suami saya, Abraham, baru-baru ini didiagnosis menderita kanker tulang yang sangat langka,” kata Gabbard, dalam surat yang di-posting di akun media sosial X.

“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan kepada saya dan atas kesempatan untuk memimpin Kantor Direktur Intelijen Nasional selama 1,5 tahun terakhir,” tulisnya, ditujukan kepada Trump.

Trump pun merespons melalui unggahan di akun Truth Social.

“Sayangnya, setelah menjalankan tugas yang luar  biasa, Tulsi Gabbard akan meninggalkan pemerintahan per 30 Juni,” kata Trump.

Dia menambahkan, Wakil Direktur Utama Intelijen Nasional, Aaron Lukas, akan menggantikan Gabbard untuk sementara.

Keputusan Gabbard untuk mundur sudah tercium media sebelumnya. Portal berita Axios melaporkan, keputusannya untuk mundur tidak terkait dengan kontroversi atau kekhawatiran apa pun tentang tugasnya.

Trump sebelumnya mengisyaratkan adanya perbedaan pendapat dengan Gabbard mengenai pendekatan pemerintah terhadap Iran. Pada Maret lalu, saat perang AS-Israel vs Iran berkecamuk, Trump mengatakan Gabbard "lebih lunak" daripada dirinya dalam membatasi ambisi nuklir Teheran.

Kemudian pada April, beberapa sumber pejabat mengatakan, Gabbard bisa kehilangan jabatannya dalam perombakan kabinet.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan saat itu, Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap Gabbard dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan Trump  meminta pendapat orang-orang dekat mengenai calon pengganti kepala intelijen nasional.

Topik Menarik