Kenapa Jemaah Haji Wajib Punya Kartu Nusuk? Ternyata Ini Manfaatnya

Kenapa Jemaah Haji Wajib Punya Kartu Nusuk? Ternyata Ini Manfaatnya

Berita Utama | okezone | Jum'at, 22 Mei 2026 - 11:28
share

JEDDAH – Kamis tengah malam (21/55/2026) jelang memasuki kota suci Makkah, bus yang membawa rombongan jurnalis Indonesia yang juga jemaah calon haji berhenti. Beberapa petugas keamanan berseragam cokelat tua dengan tulisan 911 di punggung masuk. Ada apa?

Mereka rupanya melakukan pemeriksaan Nusuk Card atau Kartu Nusuk. Bagi jemaah haji, kartu pintar ini sekarang sudah tidak asing. Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan Nusuk Card sejak 2024 sebagai salah satu transformasi digital untuk peningkatan layanan ritual tahunan ini.

Selain sebagai identitas resmi, Kartu Nusuk juga memuat berbagai informasi penting seperti data pribadi jemaah, catatan kesehatan, alamat akomodasi di Makkah, Madinah, dan kawasan suci, hingga informasi perusahaan penyedia layanan yang menaungi jemaah tersebut.

 

Kartu ini juga digunakan untuk pengaturan keberangkatan bus, membantu menemukan jemaah yang tersesat, serta mempermudah akses berbagai layanan pendukung selama musim haji berlangsung.

“Anda harus punya dan membawa kartu ini dalam semua proses ibadah haji,” kata Wael Timoor, staf Kementerian Media Arab Saudi kepada Okezone, Jumat (22//2026). Okezone—bagian dari iNews Media Group—berkesempatan melaksanakan ibadah haji 1447 H/2026 atas undangan Pemerintah Kerajaan Saudi melalui Kementerian Media.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan langsung, ketika dipindai Nusuk Card bakal menampilkan foto, barcode yang menyimpan semua data haji, informasi personal, termasuk nomor paspor, nomor entry point/border, asal jamaah, tanggal lahir, nomor kontak, serta data penting lainnya jemaah haji.

Secaa fitur, kartu pintar Nusuk memiliki fitur keamanan seperti microtext, pola Guilloche yang memiliki jalinan warna-warna unik dalam garis-garis yang rumit agar data jamaah terlindungi. Nusuk juga memiliki gambar Thermochromic yang akan lenyap ketika terkena panas, lantas ada juga tanda berkilau yang bakal tampak ketika terkena cahaya.

 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan, Kartu Nusuk menjadi syarat utama bagi jemaah untuk melaksanakan ibadah haji. Kartu ini bukan hanya berfungsi mempermudah mobilitas serta akses layanan di kawasan suci, namun juga menjamin status legal Jemaah.

Kartu Nusuk digunakan untuk mengatur akses masuk jemaah ke Makkah dan Masjidil Haram, kemudian, memfasilitasi perpindahan antar lokasi di kawasan suci sesuai rencana operasional pengelolaan massa yang telah disiapkan pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi juga menyediakan versi digital Kartu Nusuk melalui aplikasi Nusuk dan Tawakkalna. Dari laporan Saudi Gazette, melalui aplikasi tersebut, jemaah dapat mengakses data pribadi secara instan sekaligus mempermudah proses verifikasi dan penggunaan layanan terkait haji kapan saja.

Kementerian menuturkan kartu fisik akan didistribusikan melalui penyedia layanan resmi masing-masing jemaah. Jemaah yang belum menerima kartu diminta segera menghubungi perusahaan layanan terkait agar seluruh prosedur dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan ibadah dimulai.

Pemerintah Saudi menegaskan pelaksanaan haji tanpa izin resmi dapat berujung deportasi, denda, hingga larangan masuk ke Arab Saudi di masa mendatang.

Topik Menarik