Bahlil Pastikan Tak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas di 2026: Gak Perlu Khawatir
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada pemotongan kuota ekspor gas tahun ini. Kepastian ini disampaikan untuk memberikan keyakinan kepada pelaku industri hulu migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Bahlil menegaskan seluruh usulan ekspor gas yang telah dikontrakkan ke pasar luar negeri sudah mendapat persetujuan pemerintah.
"2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri. Jadi nggak perlu ada kekhawatiran lagi. Semuanya sudah saya setuju untuk ekspornya semua," ujar Bahlil dalam pembukaan ajang IPA Convex 2026 di Tangerang, Banten, dikutip Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kepastian usaha dan meningkatkan daya tarik investasi sektor hulu migas. Pemerintah ingin memastikan kontrak yang telah disepakati dengan pembeli luar negeri tetap berjalan tanpa gangguan.
Selain memberi kepastian terkait ekspor gas, Bahlil juga meminta SKK Migas mempercepat proses perizinan di sektor hulu migas agar proyek-proyek strategis dapat segera berjalan.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan pengusaha daerah dalam rantai bisnis migas. Bahlil meminta agar kontraktor lokal diberi ruang lebih besar untuk terlibat dalam proyek di wilayah masing-masing selama memenuhi standar profesionalisme.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah turut menyaksikan penandatanganan delapan Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja (WK) Migas hasil lelang 2025, yakni WK Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.
Pemerintah juga mengumumkan terdapat 118 area potensial blok migas baru yang terdiri dari 25 area telah ditandatangani, 43 area dalam tahap studi bersama, dan 50 area potensial lain yang akan ditawarkan melalui studi maupun akuisisi data baru.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga kontribusi sektor migas terhadap perekonomian di tengah tantangan global.










