Uni Emirat Bantah Netanyahu Berkunjung Diam-Diam saat Perang Lawan Iran: Klaim Tak Berdasar!
DUBAI, iNews.id - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membantah klaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke negara tersebut saat perang melawan Iran berlangsung. Abu Dhabi menegaskan kabar soal pertemuan diam-diam Netanyahu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) tidak berdasar.
Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan hubungan negaranya dengan Israel dilakukan secara terbuka dan resmi, bukan melalui pertemuan tersembunyi atau pengaturan rahasia.
“Klaim apa pun mengenai kunjungan yang tidak diumumkan atau pengaturan yang tidak diungkapkan sama sekali tidak berdasar kecuali diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait di UEA,” bunyi pernyataan Kemlu UEA, dikutip Kamis (14/5/2026).
Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Israel mengeklaim Netanyahu melakukan kunjungan diam-diam ke UEA di tengah perang melawan Iran. Dalam pertemuan itu, Netanyahu disebut bertemu langsung Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau Sheikh MBZ.
Pemerintah Israel bahkan menyebut pertemuan tersebut menghasilkan “terobosan bersejarah” dalam hubungan kedua negara.
Seorang sumber pejabat yang mengetahui agenda itu mengatakan kepada Reuters, Netanyahu dan MBZ bertemu di Al Ain, kota oasis dekat perbatasan Oman, pada 26 Maret lalu. Pertemuan disebut berlangsung selama beberapa jam.
Sumber tersebut juga mengungkap kepala badan intelijen Mossad, Dedi Barnea, melakukan sedikitnya dua kali kunjungan ke UEA selama perang dengan Iran untuk mengoordinasikan operasi militer.
Hubungan UEA dan Israel memang semakin erat sejak kedua negara menandatangani Abraham Accords pada 2020. Kesepakatan itu membuka normalisasi hubungan diplomatik dan kerja sama strategis di berbagai bidang.
Selama perang melawan Iran, Israel juga mengirim baterai sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel pengoperasinya ke UEA guna membantu memperkuat pertahanan negara Teluk tersebut.










