4 Lansia Tewas dalam Kebakaran Maut di Tanjung Priok, Gegara Telat Lapor?
JAKARTA - Kebakaran maut terjadi di sebuah rumah di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam peristiwa tersebut, empat orang lanjut usia (lansia) meninggal dunia. Terkait kejadian itu, petugas pemadam kebakaran menyebut terdapat jeda waktu sekitar satu jam sebelum kebakaran akhirnya dilaporkan.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, kobaran api dan asap tebal sudah terlihat dari rumah korban. Namun, petugas keamanan setempat disebut sempat mencoba memadamkan api secara mandiri sebelum akhirnya meminta bantuan petugas damkar.
“Jadi menurut informasinya, warga mengetahui ada api dan asap sekitar pukul 04.00 WIB. Security sempat melakukan pemadaman sendiri, tetapi selama satu jam tidak bisa ditangani. Baru pukul 05.00 WIB melapor ke pemadam,” kata Gatot saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).
Menurut Gatot, keterlambatan laporan tersebut membuat api telanjur membesar dan menghanguskan hampir seluruh bagian rumah.
“Jadi ada jeda waktu satu jam sebelum melapor ke pemadam. Untuk apakah korban terjebak atau tidak, kami belum bisa memastikan karena bagian bawah rumah sudah habis terbakar, tinggal tembok dan dak saja,” ujarnya.
Dalam insiden itu, empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah. Dua korban ditemukan di kamar lantai atas, sementara dua lainnya berada di kamar bawah.
“Iya, dua orang di kamar atas dan dua orang di kamar bawah,” ucapnya.
Sementara itu, dua orang lainnya berhasil selamat meski mengalami syok berat. Keduanya diketahui merupakan asisten rumah tangga yang tinggal di bagian belakang rumah.
“Dua orang itu pembantu. Mereka keluar lewat pintu belakang. Di atas ada tangga melingkar, mereka turun dari situ karena tidur di kamar atas bagian belakang dan akses ke dapur ada tangga putar,” katanya.
Gatot juga mengungkapkan, petugas sempat mendengar teriakan minta tolong saat proses evakuasi berlangsung. Anggota damkar yang awalnya hendak naik ke lantai atas langsung kembali turun untuk mencari sumber suara tersebut.
“Pas anggota mau naik, ada teriakan minta tolong. Anggota turun lagi lalu menyusuri ruang tamu ke arah suara. Ternyata ada dua orang dalam kondisi lemas, kemudian dibawa keluar,” ujarnya.
Kebakaran diduga terjadi saat para penghuni rumah masih tertidur lelap. Api disebut pertama kali muncul dari lantai dua rumah dan dengan cepat membakar bangunan. Empat korban meninggal dunia masing-masing berinisial B (78), KB (77), PM (55), dan NP (50). Sementara dua korban selamat berinisial L (22) dan E (27) mengalami syok akibat insiden tersebut.










