Konflik AS-Iran Pecah Lagi, Trump: Iran Permainkan Kita!

Konflik AS-Iran Pecah Lagi, Trump: Iran Permainkan Kita!

Berita Utama | inews | Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:30
share

WASHINGTON, iNews.id - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali pecah meski gencatan senjata diklaim masih berlaku. Presiden AS Donald Trump bahkan menuding Iran “mempermainkan” Washington setelah kedua negara terlibat aksi saling serang di kawasan Selat Hormuz.

“Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita telah menghancurkan mereka,” kata Trump, dikutip Sabtu(9/5/2026).

Meski demikian, Trump tetap menegaskan gencatan senjata tanpa batas waktu antara AS dan Iran masih berlaku. Dia juga berupaya mengecilkan insiden baku tembak yang terjadi pada Kamis hingga Jumat (7-8/5/2026).

Dalam pernyataan terpisah di media sosial Truth Social, Trump membantah klaim Iran bahwa tiga kapal perang destroyer Angkatan Laut AS terkena serangan rudal Iran saat melintas di Selat Hormuz.

“Tiga kapal perusak Amerika kelas dunia baru saja melintasi Selat Hormuz, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran. Mereka hancur total bersama banyak perahu kecil,” ujarnya.

Trump menambahkan ketiga kapal perang itu berhasil bergabung kembali dengan armada Angkatan Laut AS lainnya untuk melanjutkan blokade maritim terhadap Iran.

Sementara itu, markas besar militer Iran Khatam Al Anbiya menuduh AS lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak serta kapal lain milik Iran.

Iran juga menuduh AS melancarkan serangan udara terhadap wilayah sipil di Pulau Qeshm dan kawasan pesisir Bandar Khamir Sirik.

Di sisi lain, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pihaknya menyerang dua kapal perang AS yang berusaha memasuki Selat Hormuz dan menyerang wilayah Iran.

Militer Iran menyebut serangan dilakukan terhadap kapal perang AS di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar. Mereka mengklaim operasi tersebut menimbulkan kerusakan signifikan terhadap kapal perang AS.

Namun, Komando Pusat AS (Centcom) membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada aset militer Amerika yang terkena serangan Iran.

Stasiun televisi Iran Press TV melaporkan beberapa jam setelah baku tembak terjadi, situasi di sejumlah pulau dan kota pesisir di Selat Hormuz kembali normal.

AS dan Iran diketahui terus terlibat aksi saling tembak sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 7 April lalu.

Topik Menarik