Pemerintah Terima Temuan Awal PBB soal 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Desak Usut Tuntas

Pemerintah Terima Temuan Awal PBB soal 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Desak Usut Tuntas

Berita Utama | inews | Kamis, 9 April 2026 - 12:51
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menerima temuan awal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait penyebab gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Sebagai respons, pemerintah mendesak PBB untuk segera menuntaskan investigasi secara menyeluruh.

Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu Veronika Vika Rompis mengatakan pemerintah menerima temuan awal tersebut dari United Nations Department of Peace Operations (UNDPO) pada Senin (6/4/2026). Dalam laporan tersebut, UNDPO memberikan penjelasan awal mengenai insiden yang menyebabkan gugurnya tiga personel Indonesia di Lebanon pada 29 dan 30 Maret 2026.

"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh," ujar Vika, Rabu (8/4/2026).

Menanggapi temuan awal ini, Vika mengatakan pemerintah terus mendesak semua pihak terkait untuk menyelidiki dan mengadili para pelaku, serta memastikan akuntabilitas atas kejahatan terhadap personel pemelihara perdamaian.

"Dan kita juga mendukung agar UNIFIL dapat menyampaikan protes secara resmi kepada para pihak yang terkait," tegasnya.

Lebih lanjut, Vika mengatakan jika temuan awal ini nantinya sudah terkonfirmasi, maka Indonesia akan mengutuk keras Israel atas tindakan yang telah menggugurkan dan melukai personel TNI yang bertugas di Lebanon.

Dalam hal ini, Indonesia berpandangan serangan Israel di Lebanon selatan dianggap telah melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 terkait terkait gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.

"Semua tindakan yang membahayakan para personel pemelihara perdamaian ini merupakan pelanggaran yang serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan terus-menerus," tutur dia.

Sebelumnya pada Selasa (7/4/2026), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengumumkan temuan awal terkait gugurnya tiga prajurit TNI yakni Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar (33), Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan (26), dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon (28) dalam dua serangan terpisah.

Berdasarkan analisis dan bukti awal PBB, kata dia, serangan 29 Maret yang menyebabkan gugurnya Farizal diduga berasal dari proyektil yang merupakan amunisi utama tank Merkava milik Angkatan Pertahanan Israel (IDF).

Sementara itu berdasarkan analisis awal lokasi ledakan, bukti awal, dan kendaraan yang terdampak, serangan 30 Maret yang menewaskan Ichwan dan Zulmi diduga disebabkan oleh alat peledak improvisasi (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah.

Topik Menarik