Viral! Pekerja Maskapai Curi Pesawat dan Bermanuver Gila di Langit hingga Berakhir Maut

Viral! Pekerja Maskapai Curi Pesawat dan Bermanuver Gila di Langit hingga Berakhir Maut

Berita Utama | sindonews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 11:50
share

Kisah tragis seorang pekerja maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) ini telah viral setelah diangkat dalam film dokumenter berjudul "#SKYKING". Pekerja tersebnut mencuri pesawat, bermanuver gila di langit, dan akhirnya menabrakkan pesawat itu ke hutan di sebuah pulau untuk mengakhiri hidupnya.

Dia adalah Richard Russell. Dia menghabiskan saat-saat terakhirnya sendirian, sakit dan bingung, melontarkan lelucon dan meminta maaf sambil menerbangkan pesawat curian yang dia tahu tidak akan kembali.

Baca Juga: Pesawat Hercules Bawa 125 Orang Jatuh dan Meledak, Korban Tewas Jadi 66 Orang

Itu terjadi pada Agustus 2018. Saat itu, Russell yang merupakan seorang agen layanan darat Horizon Air masuk kerja. Dia lantas nekat mencuri pesawat Bombardier Q400 dan lepas landas dari Bandara Internasional Seattle-Tacoma.

Selama lebih dari satu jam, dia berbicara dengan pengontrol lalu lintas udara yang mendesaknya untuk mendarat. Namun, Russell memilih sengaja menabrakkan pesawat curian itu di Pulau Ketron.

 

Kisah Russell (29), yang menggunakan nama "Beebo" di media sosial, kini menjadi subjek film dokumenter baru dari ABC News Studios: "#SKYKING". Ini menandai pertama kalinya banyak anggota keluarga dan teman Russell berbicara di depan umum. Film ini menyertakan audio pengontrol lalu lintas udara dari penerbangan tersebut dan didasarkan pada catatan investigasi yang tersedia.

"Ketika saya mendengar rekaman-rekaman ini, itu benar-benar menyentuh hati saya," kata sutradara Patricia E. Gillespie kepada Fox News Digital, Kamis (30/4/2026).

“[Beebo] terdengar seperti orang-orang yang saya kenal di kampung halaman, terutama saat dia berbicara tentang kehidupan kerjanya, upah minimum, dan beberapa frustrasi yang dia rasakan seputar pekerjaan—dan fakta bahwa dia tidak bisa membicarakan perasaan sulit yang dia alami," ujarnya.

“Itu membuat saya terpesona,” kata Gillespie. “Saya tidak bisa berhenti memikirkannya. Saya benar-benar tidak bisa melupakannya," imbuh dia.

Saat Russell terbang di atas Pegunungan Olympic, dia membuat pengakuan dalam rekaman yang menurut Gillespie masih menghantui dirinya dan orang-orang terkasihnya.“Saya punya banyak orang yang peduli pada saya, dan mereka akan kecewa mendengar bahwa saya melakukan ini,” katanya, dalam rekaman tersebut.

“Saya ingin meminta maaf kepada mereka semua. [Saya] hanya seorang pria yang hancur. Mungkin ada beberapa hal yang tidak beres. Saya baru menyadarinya sekarang."

Transmisi terakhirnya menunjukkan bahwa cadangan bahan bakarnya sangat rendah. Waktu telah habis.

"Tidak akan lama lagi," katanya. "Saya merasa salah satu mesin saya akan mati atau semacamnya."

Beberapa saat kemudian, pesawat Q400 menabrak hutan, memicu kebakaran seluas dua hektare. Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan Russell meninggal karena "cedera traumatis ganda".

"Ada juga kalimat di mana dia mengatakan dia hanya ingin berbicara dengan orang-orang ini, tetapi mereka semua hanya urusan bisnis," jelas Gillespie. "Itulah hal-hal yang juga menonjol bagi saya."

"Pada satu titik dalam rekaman itu, dia berkata, 'Jika Anda bertanya mengapa saya melakukannya, salakan saja karena tidak mendapatkan upah minimum. Kita anggap saja itu alasannya. Mungkin itu akan melancarkan jalan bagi para petinggi'. Saya pernah mendengar itu saat makan malam. Bukan hanya dari teman-teman pria saya," paparnya.

"Dia mengatakan beberapa hal yang lebih kontroversial dalam panggilan itu," kata Gillespie. "Terutama, dia membuat pernyataan ini di mana dia berkata, 'Apakah menurut Anda Alaska [Airlines] akan memberi saya pekerjaan sebagai pilot jika saya mendaratkan pesawat ini?' Mereka berkata, 'Oh, mereka akan memberi Anda pekerjaan apa pun'."

"Dan dia berkata, 'Ya, benar, saya orang kulit putih'. Itu menjadi semacam indikator yang sangat kontroversial di internet," imbuh dia.Tokoh-tokoh yang sangat tidak menyenangkan, seperti supremasi kulit putih sejati, mengatakan bahwa dia adalah idola mereka, yang sama sekali tidak akurat.

"Orang-orang yang berada di ujung spektrum yang berlawanan mengatakan bahwa dia adalah teroris domestik yang bertekad untuk menghancurkan, yang ternyata tidak akurat," lanjutnya. "Tetapi ketika saya mendengar kata-kata itu, dan saya melihat..."

"Melihat bagaimana pernyataan-pernyataan itu ditafsirkan dalam konteksnya, saya merasa ada informasi yang hilang. Saya tidak tahu informasi apa yang akan saya dapatkan, tetapi saya merasa sangat terdorong untuk menyelidikinya," paparnya.

Selama pertemuan Gillespie dengan orang-orang terkasih, dia mengetahui bahwa Russell, yang lahir di Florida Keys dan dibesarkan di Wasilla, Alaska, adalah orang yang lucu dan sangat religius. Dia kemudian bertemu Hannah, calon istrinya, di sebuah program pemuda Kristen. Mereka menikah pada tahun 2012 dan pindah ke Washington. Bersama-sama, mereka membuka toko roti.

Dalam sebuah video YouTube yang diunggah di blog-nya, Russell membagikan foto-foto perjalanannya dan berbicara tentang pekerjaannya sebagai pekerja bandara.

"Saya mengangkat banyak tas," katanya. "Sangat banyak tas. Begitu banyak tas."

Namun pekerjaan itu jauh dari pekerjaan impian. Meskipun Russell tampak dapat diandalkan dan positif di tempat kerja, secara internal, dia merasa tidak puas dalam hidup. Unggahan media sosialnya tidak memberikan petunjuk bahwa dia diam-diam menderita.

"Dia tidak membuat pernyataan tentang perasaan tertindas sebagai pria kulit putih," kata Gillespie. "Kedengarannya seperti pernyataan tentang hal-hal yang telah dikatakan kepadanya di tempat kerja. Dan menurut saya menakutkan bahwa kisah itu jarang terungkap karena mesin internet begitu cepat mempolitisasinya alih-alih bertindak dengan rasa ingin tahu dan bertanya bagaimana kata-kata ini bisa keluar dari mulut orang tersebut," sambung dia.

“Saya rasa bibi Beebo mengatakannya dengan sangat baik ketika dia berkata kurang lebih seperti, ‘Gagasan tentang mimpi Amerika—Anda dapat menghidupi istri Anda, Anda dapat memiliki dua mobil di garasi, sebuah rumah, pagar putih—Anda dapat melakukan ini dengan satu penghasilan. Dan itu bukanlah realitas yang kita jalani lagi'," terang Gillespie.“Ada generasi—generasi Beebo—yang dapat merasa gagal ketika mereka tidak dapat mencapai hal itu,” kata Gillespie merenungkan.

“Kenyataannya adalah mereka tidak gagal. Ekonomi yang gagal dalam hal ini, dan mereka harus mencari solusinya. Dan terus terang, kita tidak membicarakan hal-hal ini. Orang-orang tidak menyadari tekanan sosial ini atau, dalam kasus Beebo, tekanan untuk menjadi seorang pria atau pencari nafkah. Tekanan untuk menjadi sukses," imbuh dia.

Orang-orang yang mengenal Russell mengatakan kepada agen FBI dan personel penegak hukum lainnya bahwa mereka tidak memiliki informasi yang menunjukkan bahwa mereka mengetahui rencana Russell untuk mencuri atau menabrakkan pesawat, menurut laporan Associated Press.

"Kontak dengan majikan Russell memastikan tidak ada masalah kepegawaian," menurut catatan yang dikutip oleh media tersebut. "Russell dikenal sebagai pria pendiam yang banyak membaca."

Russell beberapa kali absen tanpa izin, tetapi tidak ada yang dianggap signifikan.

Saksi lain mengatakan kepada agen FBI bahwa Russell "gagal masuk kerja pada 3 Agustus dan menyatakan perasaannya seolah-olah dia tidak memenuhi harapan orang lain". Para saksi mengatakan dia masuk kerja pada 4 Agustus untuk mencoba mengambil shift, tetapi keesokan harinya dia "tampak aneh".

Menurut laporan Associated Press, orang-orang terdekat mencoba melakukan intervensi.

"Russell tampak baik-baik saja di mata anggota keluarga setelah intervensi, meskipun dia minum lebih banyak," lanjut laporan tersebut, berdasarkan catatan. "Pada minggu tanggal 6 Agustus, Russell tampak baik-baik saja di mata keluarga/teman."

Empat hari kemudian, Russell memasuki pesawat dan lepas landas tanpa izin. FBI menemukan bukti bahwa dia telah mencari simulator penerbangan sebelum insiden tersebut.Selama percakapan Russell dengan pengontrol lalu lintas udara, dia mengatakan bahwa dia tidak ingin melukai siapa pun. Dia sengaja menjauhkan pesawat dari daerah berpenduduk. Namun, laporan mencatat bahwa Russell dapat menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar jika dia memilih untuk melakukannya. Target potensial termasuk puluhan ribu penggemar yang berkumpul di Safeco Field untuk konser Pearl Jam yang tiketnya sudah habis terjual.

Para pejabat juga menekankan bahwa insiden tersebut menimbulkan risiko serius bagi keselamatan publik dan mengungkap kerentanan dalam keamanan bandara. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana, hampir 17 tahun setelah serangan 9/11, seseorang dapat begitu saja mengambil pesawat penumpang dari bandara utama AS tanpa izin.

Sebelum pesawat jatuh ke hutan lebat, Russell melakukan aksi akrobatik.

"Saua rasa saya akan mencoba melakukan barrel roll, dan jika itu berhasil, aku akan menukikkan hidung pesawat dan mengakhiri penerbangan," kata Russell, berdasarkan rekaman dari kokpit.

"Kalimat yang membuat hati saya hancur saat melakukan wawancara ini adalah ketika saudaranya, Phil, ditanya tentang hal itu," kata Gillespie.

"Dia berkata, 'Dia bisa menjadi apa pun yang dia inginkan'. Gagasan bahwa jika dia percaya pada dirinya sendiri, jika dia percaya bahwa dia hidup di Amerika di mana orang-orang seperti dia bisa menang, dia bisa menjadi apa pun yang dia inginkan. Dia bisa menjadi pilot," paparnya.

Kantor Pemeriksa Medis Pierce County menyatakan kematian Russell sebagai bunuh diri. Pihak berwenang menyimpulkan Russell bertindak sendirian dalam mengambil pesawat tersebut secara sengaja, suatu tindakan yang dapat mengakibatkan hilangnya banyak nyawa.

"Delapan tahun kemudian, hati keluarganya masih sangat hancur," kata Gillespie. "Anda tidak akan pernah bisa melupakan hal seperti ini. Bunuh diri tidak mengakhiri rasa sakit. Rasa sakit itu menular kepada orang-orang terkasih Anda. Tetapi saya juga berpikir keluarga ingin kisahnya menjadi kekuatan untuk kebaikan dalam membantu orang-orang seperti dia mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan sehingga keluarga lain tidak harus mengalami apa yang telah mereka alami."

Topik Menarik