Kementrans bakal Kirim 1.400 Sarjana Pilihan ke 52 Wilayah Transmigrasi, Ini Tujuannya
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 1.400 personel bakal dikirimkan oleh Kementerian Transmigrasi menuju 52 titik wilayah transmigrasi dalam kerangka Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026. Inisiatif tersebut dilakukan demi memetakan potensi ekonomi dan mendukung penguatan kemampuan transmigran untuk berdaya saing dan bertahan hidup.
“Mereka akan menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus mitra pendamping transmigran dalam mengoptimalkan potensi kawasan,” kata Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, dikutip Kamis (30/4/2026).
Iftitah menekankan, keterlibatan lulusan sarjana di program transmigrasi menjadi krusial, seiring perannya melakukan pendampingan sepanjang satu tahun kalender dengan menitikberatkan pada akselerasi produktivitas tani, utilisasi teknologi tepat guna, penguatan organisasi ekonomi warga, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Landasan program ini berpijak pada data penelitian serta pemetaan kekayaan ekonomi di 154 wilayah transmigrasi yang memperlihatkan adanya berbagai komoditas unggulan yang butuh disokong lewat inovasi, hilirisasi, serta bimbingan yang berkelanjutan.
Melalui skema tersebut, mereka dipersiapkan untuk membimbing para transmigran dalam memaksimalkan potensi panen lewat peningkatan metode budidaya yang berkelanjutan, pemakaian benih kualitas tinggi, penanganan pascaproduksi, hingga penataan sistem perdagangan yang sanggup memberikan nilai lebih bagi para petani.
Perlu diketahui, kementerian sudah melakukan identifikasi potensi ekonomi semisal di Sulawesi dan Maluku, yang masif ditemukan komoditas kelapa. Untuk komoditas kelapa, Iftitah mengungkapkan potensi nilai ekonominya bisa tembus Rp120 triliun. Adapun China memiliki tingkat permintaan dan konsumsi akan komoditas tersebut dalam jumlah masif.
Hasil riset juga menemukan ladang minyak di kawasan transmigrasi yang berlokasi di Kalimantan Timur.
Sedikitnya, didapati potensi sumur baru sebanyak 13 titik. Belasan titik sumber daya minyak ini sebelumnya menjadi ladang minyak eksisting yang akan direvitalisasi.










