Menteri Komdigi Imbau Tidak Asal Sebar Video Kecelakaan Kereta Bekasi
JAKARTA, iNews.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan video maupun foto terkait kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.
Kecelakaan tersebut melibatkan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang. Peristiwa itu terjadi baru-baru ini dan masih dalam penanganan pihak berwenang, termasuk proses evakuasi serta pendataan korban.
Meutya menegaskan, di tengah situasi duka, masyarakat diminta mengedepankan empati dan tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan konten sensitif atau informasi yang belum terverifikasi.
"Ini musibah sudah sangat menyesakkan, ya, baik bagi keluarga korban maupun kita semua," ujar Meutya dikutip dari video Komdigi di media sosial, Rabu (29/4/2026).
Dia menekankan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan tragedi tersebut untuk kepentingan tertentu, terlebih dengan menyebarkan informasi yang tidak benar.
"Kami mengimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Pertama, apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar," katanya.
Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa penyebaran ulang informasi secara berlebihan dapat berdampak pada kondisi psikologis korban.
"Kalaupun tidak benar, kemudian mengulang-ulang, ini bisa membuat trauma psikis bagi keluarga korban ataupun korban, karena korban juga masih ada yang sekarang ditangani di rumah sakit," ujarnya.
Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa semua pihak harus mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menyikapi tragedi ini.
"Semuanya atas dasar kemanusiaan, untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira-kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarga korban," ucapnya.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan jumlah korban jiwa maupun korban luka. Sejumlah penumpang yang selamat dilaporkan tengah mendapatkan penanganan medis intensif, sementara investigasi penyebab kecelakaan juga masih berlangsung.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menerapkan prinsip 'saring sebelum sharing' serta menjaga empati di ruang digital.









