Bapanas Klaim Harga Pangan Stabil Meski BBM Nonsubsidi Naik
IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga pangan masih stabil meski harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan stabilitas ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga BBM bersubsidi.
“Sepanjang BBM bersubsidi tidak dinaikkan, maka tidak ada kenaikan angkutan. Jadi ini kita patut bersyukur kebijakan Presiden yang tidak menaikkan BBM bersubsidi. Tentu kalau truknya tidak naik, otomatis tidak mempengaruhi harga pangan, relatif masih aman,” ujarnya dalam keterangannya Rabu, (23/4/2026).
Ketut memaparkan, berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, perbandingan antara periode Ramadan (19 Februari-20 Maret 2026) dan pasca-Ramadan (21 Maret-18 April 2026) menunjukkan pergerakan harga yang relatif terkendali.
Beras medium tercatat stabil dari Rp13.383 per kg menjadi Rp13.379 per kg, sementara beras SPHP berada di kisaran Rp12.442-Rp12.444 per kg. Bawang putih juga mengalami penurunan dari Rp38.634 menjadi Rp38.310 per kg, serta cabai merah keriting turun dari Rp44.220 menjadi Rp43.281 per kg.
Sejumlah komoditas lain mengalami fluktuasi harga namun masih dalam batas wajar, seperti telur ayam ras dari Rp31.561 menjadi Rp31.648 per kg dan gula konsumsi dari Rp18.317 menjadi Rp18.618 per kg. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan selama periode tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali.
Di sisi lain, komoditas yang masih menjadi perhatian yaitu cabai rawit merah yang berada di kisaran Rp75.726 per kg atau sekitar 32 persen di atas HAP, meskipun sudah mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Ketut menjelaskan bahwa kenaikan pada cabai rawit merah lebih dipengaruhi faktor cuaca yang menghambat proses panen, bukan karena gangguan distribusi.
“Memang di awal harga cabai rawit merah sempat tinggi karena faktor cuaca. Saat Ramadan yang kita harapkan kering, justru hujan, sehingga petani tidak bisa memetik cabai meskipun stok sebenarnya tersedia. Ini yang membuat pasokan terganggu dan harga naik. Sekarang harganya masih di kisaran 70 ribuan, tapi trennya sudah menurun dan kami perkirakan akan semakin stabil ke depan,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)










